Alkaloid merupakan salah satu golongan yang memiliki gugus nitrogen organic pada cincin heterosiklik dan bersifat basa . Alkaloid memiliki efek fisiologis yang beragam dan penting pada manusia dan hewan lainnya. Alkaloid yang terkenal seperti morfin , strychnine , quinine , efedrin , dan nikotin. Alkaloid banyak ditemukan pada tanaman dan paling banyak ditemukan pada tanaman berbunga tertentu. Ada sekitar Lebih dari 3.000 jenis alkaloid telah diidentifikasi. Selain pada tanaman alkanoid juga ditemukan pada beberapa spesies hewan , seperti berang-berang Dunia Baru ( Castor canadensis ) dan katak panah beracun ( Phyllobates ). Ergot dan beberapa jamur lain juga memproduksinya.
Berdasarkan atom nitrogennya, alkaloid terbagi menjadi 2 golongan, yaitu :
1. Alkaloid yang mempunyai nitrogen heterosiklik.
a. Alkaloid Piridin-Piperidin
Alkaloid piridin-piperidin ini mempunyai 1 cincin karbon dengan 1 atom Nitrogen. Piridin-piperidin ini terdiri dari piperin, konin, trigonelin, arecolin, arecaidin, guvacin, cistisin, nikotin, lobelin, anabasin, dan spartein. Golongan senyawaini mempunyai 4 sub golongan yaitu : turunan piperidin, turunan proil-piperidin, turunan asam nikotinan, dan turunan pirinin dan pirilidin. Alkaloid kebanyakan bersifat basa, dimana sifat ini di dapat tergantung senyawa penarik elektron yang berada di dekat atom nitrogen. Bila senyawa tersebut bersifat pelepas elektron, maka tingkat elektron pada nitrogen akan meningkat sehingga menyebabkan alkaloid semakin basa. Akibat dari alkaloid yang sangat basa ini dapat menyebabkan alkaloid mudah mengalami dekomposisi.
b. Alkaloid Tropan
Alkaloid ini terdapat pada tanaman famili brassicacea, olacacea, dan rizophoracacea. Alkaloid tropan ini memiliki 1 atom nitrogen dengan alkilnya berupa N-CH3. Alkaloid tropan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat pada otak serta sumsum tulang belakang. Alkaloid tropan juga ditemukan pada angiospermae, yaitu famili solanacea, protaeceae, dan convolvulaceae. Golongan alkaloid tropan ini terbagi lagi menjadi 3 sub golongan yaitu : hiosiamin dan skopolamin, kokain, dan atropin, apotropin, dan belladonina.
c. Alkaloid Quinolin
Golongan alkaloid ini mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom karbon. Alkaloid jenis ini mempunyai bau yang menyengat dan senyawanya tidak berwarna. Senyawa ni mudah larut di dalam pelarut organik, dan juga air panas. Golongan alkaloid ini terbagi menjadi 4 sub golongan, yaitu : kinina, kinidina, sinkonidin, sinkonida, akronisina, campthotecin, dan viridisatin.
2. Alkaloid yang tidak mempunyai atom Nitrogen heterosiklik.
Pada senyawa ini, atom nitrogennya tidak tergabung dalam cincin karbon, namun terikat pada atom karbon yang ada pada rantai sampingnya. Ada 2 macam alkaloid jenis ini, yaitu :
a. Alkaloid Efedrin, yaitu mengandung 1 atau lebih cincin karbon dengan 1 atom nitrogen yang terikat pada rantai karbon samping.
b. Alkaloid Capsaicin, yaitu salah satunya terdapat pada Capsicum pubescens.
permasalahan
1. Pada jenis true alkaloid dijelaskan ciri-cirinya itu toksik, basa dan mengandung atom nitrogen. Namun ada salah satu yang tidak bersifat basa yaitu alkaloid kuartener. Apa yang mengakibatkan alkaloid ini berbeda padahal dijelaskan ia merupakan bagian dari true alkaloid?
2. Dikatakan bahwasannya alkaloid itu memiliki rasa pahit. Coba jelaskan apakah hal yang mendasari alkaloid memiliki rasa yang pahit?
3. Bagaimanakah cara alkalooid tropan dalam mempengaruhi sistem saraf pusat yaitu pada sumsum tulang belakang?

Hr. Yuniarccih
BalasHapus2. Alkaloid minimal memiliki satu atom nitrogen. Atom nitrogen ini memberikan sifat basa. Atom nitrogen ini merupakan bagian dari cincin heterosiklik.
Senyawa alkaloid memiliki rasa pahit l, karena karakteristik dari suatu yang bersifat basa adalah rasanya pahit
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no.1
BalasHapusalkaloid quartener bisa bersifat asam karena ia memiliki gugus fungsional yng bersifat menarik elektron (gugus karbonil), sehingga jumlah pasangan elektron akan berkurang dan menyebabkan alkaloid jenis ini bersifat asam.
Saya akan menjawab permasalahan nomor 3.
BalasHapusAlkaloif tropan mengandung satu atom nitrogen dan gugus metil (NH3). Alkaloid ini memiliki fungsung salah satunya memengaruhi sistem saraf pada tulang belakang.
Tropan di dalamnya terdapat kenis kokain dan skopalamin. Efek fisiologis yang ditumbulkan pun bervarian. Kokain memanifestasikan efeknya dengan menghambat dopamin, noradrenalin, dan serotonin, sementara skopolamin berperan sebagai antagonis reseptor. Menelan kedua zat dapat menyebabkan halusinasi dan efek psikoaktif atau kematian.
Itulah mengapa keduanya amat rentan terhadap saraf pusat.