Biogenetik
Alkaloid pada Makhluk Hidup
Dari
segi biogenetik, alkaloid diketahui berasal dari sejumlah kecil asam amino
yaitu ornitin dan lisin yang menurunkan alkaloid alisiklik, fenilalanin dan
tirosin yang menurunkan alkaloid jenis isokuinolin, dan triptofan yang
menurunkan alkaloid indol, Reaksi utama yang mendasar biosintesis senyawa
alkaloid adalah Reaksi Mannich antara suatu aldehida dan suatu amin primer dan
sekunder, dan sutu enol atau fenol. Biosintesis alkaloid juga melibatkan reaksi
rangkap oksidatif fenol dan metilasi.
Pada
pembahan sebelumnya kita sudah mempelajari mengenai keunikan dan keragaman
Alkaloid, sehingga dipaper ini tidak lagi saya tampilkan.
Alkaloid biasanya dikelompokkan berdasarkan bentuk
cincin heterosiklik nitrogen yang terdapat di dalamnya (Gambar 5), sebagai
contoh pirolidin, piperidin, quinolin, isoquinolin, indol (Syamsul, 1986: 48).
Atom nitrogen pada alkaloid berasal dari asam amino, dan pada umumnya struktur
kerangka karbon pada asam amino prekusor akan bertahan ketika dalam bentuk
alkaloid. Prekusor asam amino yang berhubungan dengan biosintesis alkaloid
antara lain adalah ornitin, lisin, asam nikotinoat, tirosin, triptopan, asam
antranilat, dan histidin (Dewick, 2009: 311).
Pada dasarnya metabolit sekunder yang terdapat pada bahan alam merupakan hasil metabolit primer yang mengalami reaksi yang spesifik sehingga menghasilkan senyawa-senyawa tertentu. Berikut ini adalah bagan yang menunjukkan hunbungan antara metabolit primer dengan metabolit sekunder :
Asam amino merupakan
senyawa organik yang sangat penting, senyawa ini terdiri dari amino (NH2) dan
karboksil (COOH). Ada 20 jenis asam amino esensial yang merulakan standar atau
yang dikenal sebagai alfa asam amino alanin, arginin, asparagin, asam aspartat,
sistein, asam glutamat , glutamin, glisin, histidine, isoleusin, leusin, lysin,
metionin, fenilalanine, prolin, serine, treonine, triptopan, tirosine, and
valin(4). Dari 20 jenis asam amino yang disebutkan diatas, selain tirosin yang
juga merupakan pencetus terbentuknya alkaloid adalah histidin, lisin dan
triptopan. Berikut adalah rumus struktur masing-masing asam amino yang dimaksud.
Pada reaksi selanjutnya ke empat
asam-asam amino di atas akan membentuk golongan alkaloid yang berbeda, akan
tetapi melalui prinsip dasar reaksi yang sama. Biosintesis alkaloid mula-mula
didasarkan pada hasil analisa terhadap ciri struktur tertentu yeng sama-sama
terdapat dalam berbagai molekul alkaloid. Alkaloid aromatik mempunyai satu unit
struktur yaitu ß-ariletilamina. Alkaloid-alkaloid tertentu dari jenis 1-
benzilisokuinolin seperti laudonosin mengandung dua unit ß-ariletilamina yang
saling berkondensasi’ Kondensasi antara dua unit ß-ariletilamina tidak lain
adalah reaksi kondensasi Mannich. Dengan reaksi sebagai berikut :
(CH3)2NH + HCHO +
CH3COCH3 → (CH3)2NCH2CH2COCH3 + H2O
Dalam
biosintesa higrin, pertama terjadi oksidasi pada gugus amina yang diikuti oleh
reaksi Mannich yang menghasilkan tropinon, selanjutnya terjadi reaksi reduksi
dan esterifikasi menghasilkan hiosiamin.
Permasalahan
1. Berdasarkan yang anda ketahui apakah kaitan asam amino dalam proses pembentukan alkaloid?
2. Sebagaimana pemaparan materi diatas dapatkah anda menyebutkan bagaimana proses dalam biosintesa higrin?
3. Secara teori apa yang anda ketahui hubungan dari metbolit primer dan metabolit sekunder?




Hallo sari
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan yang nomor 1. Keterkaitannya adalah alkaloid ini mempunyai sebuah unit struktur alkaloid yang dinamakan dengan beta ariletilamina, dimana beta ariletilamina ini menunjukan adanya asam amino fenilallanin Dan tirosin yang dpaat menyebbmeny dekarboklisasi yang Akan menghasilkan suatu Amina. Asam amino ini digunakan untuk menyingkirkan ataupun mengusir gugus Amini atau deaminasi oksidatif yang selanjutnya didekarboklisasi yang menghasilkan aldehida.
Inilah keterkaitannya antara asam amino Dalam pembentukan Alkaloid.
Semoga membantu 🙏
2. Dalam biosintesa higrin, pertama terjadi oksidasi pada gugus amina yang diikuti oleh reaksi Mannich yang menghasilkan tropinon, selanjutnya terjadi reaksi reduksi dan esterifikasi menghasilkan hiosiamin.
BalasHapus3. secara teori dijelaskan bahwa metabolit primer merupakan produk akhir dari metabolisme yang terjadi didalam tubuh. sementara metabolit sekunder ini merupakan hasil sampingan dari proses metabolisme primer. jadi, dalam sintesis metabolit sekunder diperlukan material yang yang berasal dari biosintesis metabolit primer.
BalasHapus