POTENSI PEMANFAATAN SENYAWA FLAVONOID
Pada kesempatan kali ini kita akan
membahas tentang potensi pemanfaatan dari senyawa Flavonoid. Yang mana
sebelumnya kita sudah membahas tentang strukturnya. Flavonoid adalah senyawaan
fenolik yang diisolasi dari berbagai bagian dari tanaman. Sampai saat ini, telah berhasil diisolasi
lebih dari 8000 jenis senyawaaan flavonoid. Pada tanaman, flavonoid memiliki
beragam fungsi. Diantaranya dapat berfungsi sebagai antioksidan,antimikrobial,
fotoreseptor, atraktor visual, dan skrining cahaya. Flavonoid terutama berada
dalam bentuk turunan glikosilat. Bertanggung jawab atas warna daun, bunga dan
buah. Sumber pemanfaatan dari senyawa flavonoid dapat dari tumbuhan. Berikut ini
contoh beberapa tanaman yang mengandung senyawa flavonoid dan dapat
dimanfaatkan untuk kesehatan tubuh manusia.
Apel
Didalam buah apel terkandung senyawa flavonoid yang bernama quercetin. Quercetin dapat dimanfaatkan untuk mencegah serangan jantung, mencegah katarak, mengendalikan asma, dan mempercepat penyembuhan kenaikan asam lambung. Namun penelitian ini masih terbatas pada hewan. Efek senyawa quercetin terhadap kesehatan jantung pada manusia belum diteliti dan masih memerlukan studi lebih lanjut.
Sirsak
Buah yang banyak tumbuh di daerah tropis ini mengandung antioksidan seperti fenol (sejenis flavonoid), potasium, vitamin C, E. Kandungan ini dikatakan berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit seperti kanker dan hipertensi. Antioksidan pada sirsak juga dapat membantu mengurangi radikal bebas. Meskipun dianggap baik, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan efek pengobatan, dosis efektif, dan efek samping penggunaan suplemen ini pada manusia.
Belimbing
wuluh
Buah yang bernama latin Averrhoa Bilimbi ini tinggi Vitamin C, asam oksalat, tannin, asam amino, dan antioksidan seperti flavonoid. Tanaman tradisional ini dipercaya bermanfaat untuk mengobati hipertensi, kolesterol tinggi, kanker, dan diabetes. Namun efek ini masih terbatas pada penelitian pada hewan. Maka dari itu, perlu studi lebih lanjut untuk menentukan dosis efektif dan efek samping penggunaannya pada manusia. Selain itu, buah ini mengandung banyak asam oksalat yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memperberat kondisi gagal ginjal akut.
Kacang
kedelai
Salah satu sumber flavonoid yang tinggi terdapat pada kacang
kedelai. Beberapa penelitian terakhir menyatakan bahwa kacang kedelai diduga
memiliki manfaat dalam mencegah kanker payudara, membantu mengurangi kadar gula
darah pada diabetes, mengurangi kolesterol, dan membantu mengurangi gejala
monopouse. Namun fakta ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Kedelai sebagai
bahan makanan mempunyai nilai gizi cukup tinggi. Diantara jenis
kacang-kacangan, kedelai merupakan sumber protein, lemak, vitamin, mineral dan
serat yang paling baik. Dalam lemak kedelai terkandung beberapa fosfolipida penting,
yaitu lesitin, sepalin dan lipositol. Kedelai sudah diyakini
banyak orang untuk penyembuhan penyakit, seperti diabetes, ginjal, anemia,
rematik, diare, hepatitis, dan hipertensi. Kandungan zat dalam kedelai diyakini
cukup berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit tersebut. Dengan berbagai
manfaat dan khasiatnya itu, sangat disayangkan sampai saat ini negara kita
masih belum dapat memenuhi sendiri kebutuhan akan kedelai. Kedelai yang di buat
tempe mempunyai kandungan genestein, suatu antioksidan flavonoid paling tinggi
di banding produk olahan lainnya seperti tahu. Antioksidan flavonoid berfungsi
sebagai anti tumor atau anti kanker. Isoflavon tergolong kelompok flavonoid,
senyawa polifenolik yang banyak ditemukan dalam buah–buahan, sayur-sayuran, dan
biji-bijian. Yang termasuk isoflavon diantaranya adalah genistin, daidzin,
genistein, dan daidzein.
Anggur merah
Minuman anggur merah atau red wine ini rupanya kaya akan kandungan flavonoid yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Kandungan flavonoid ini terdapat pada zat warna kulit anggur merah. Flavonoid pada anggur berfungsi sebagai antioksidan ampuh yang bekerja sebagai pencegah kanker, dapat menghambat oksidasi LDL pada dinding pembuluh koroner, memiliki efek antimikroba, memperbaiki fungsi endotel, menghambat aterosklerosis (timbunan lemak di pembuluh darah).
Permasalahan.
1. Pemanfaatan senyawa flavonoid dapat
melalui sumplemen yang mengandung flavonoid, apakah mengkonsumsi suplemen yang
mengandung flavonoid memiliki efek yang sama atau berbeda dengan mengkonsumsi
langsung dari tumbuhan atau buah yang mengandung flavonoid?
2.
Pada tanaman sirsak diketahui terdapat
senyawa flavonoid yang banyak dimanfaatkan bagi kesehatan tubuh seperti dapat
menghambat perkembangan dan pertumbuhan sel kanker. Namun kita juga mengetahui
bahwa pada sirsak juga terdapat senyawa selain flavonoid, maka bagaimana cara
kita mengetahui senyawa mana yang memiliki peran dalam pengobatan kanker
tersebut?
3.
Dalam beberapa jurnsl selalu dikatakan
bahwa pemanfaatan senyawa flavonoid yang terdapat didalam hewan belum dapat
dibuktikan, lalu adakah cara lain yang dapat kita lakukan agar kita mengetahui
bahwa pada hewan tertentu dapat kita manfaatkan karna terkandung senyawa flavonoid
didalam tubuhnya?





Baiklah disini saya akan mencoba menjawab permasalahan dari Sari yaitu pada nomor 1
BalasHapusDimana menurut pendapat saya efek yang ditimbulkan itu pasti akan berbeda pada flavonoid yang dikonsumsi secara langsung dan dalam bentuk suplemen. Mengapa?
Hal ini dikarenakan manfaat yang terkandung didalam flavonoid itu pasti lebih besar yang alami dari pada yang sudah dijadikan sebagai suplemen, karena jika dia sudah dijadikan dalam bentuk suplemen pasti kadar yang terkandung didalam flavonoid itu berkurang dan telah diukur dosisnya. Sedangkan pada tubuh kita itu pasti memiliki resistensi juga, jika yang kita konsumsi itu dalam dosis yang tinggi maka akan bisa membahayakan kesehatan.
Semoga membantu
Terima kasih
(A1C117074)
BalasHapus3. Alasan mengapa pemanfaatan flavonoid pada hewan tidak dapat dibuktikan karena pada dasarnya hewan tidak mengandung senyawa flavonoid secara alami, melainkan karena telah mengonsumsi makanan yang yang mengandung senyawa flavonoid. Menurut saya, hewan juga memerlukan senyawa flavonoid didalam tubuhnya karena fungsi dari flavonoid sendiri. Oleh sebab itu, didalam tubuhnya terdapat flavonoid. Namun, flavonoid didalam hewan tersebut potensi pemanfaatannya kurang karena hewan tersebut kan juga memerlukan flavonoid tersebut. Lagi pula, kandungan flavonoid pada hewan itu juga kemungkinan lebih kecil dibandingkan pada tumbuhan. Jadi ada baiknya kita menggunakan flavonoid yang ada pada tumbuhan, tidak pada hewan.
Saya akan membantu menjawab permasalahan no 2.
BalasHapusMenurut saya, senyawa yang dominan berfungsi sebagai penyembuhan kanker terdapat pada daun sirsak. Pada daun sirsak terkandung senyawa Acetogenin yang sistem kerjanya akan mamasuki sel kanker dalam tubuh kemudian akan melekat pada dinding sel,selanjunya merusak ATP di bagian dalam dinding sel. Karena kekurangan ATP maka sel kanker dijadikan sebagai energi,sehingga sel kanker akan lemah dan akhirnya mati.