Langsung ke konten utama

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN KOLOM

Oleh
AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035
DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
Percobaan 8
I.                   Judul                            : Kromatografi Lapis Tipis dan Kolom
II.                Hari, tanggal                : Sabtu, 13 April 2019
III.             tujuan                          : Adapun tujuan dari percoban ini, ialah :
                                        1. Dapat mengetahui teknik-teknik dasar kromatografi lapis tipis dan kolom.
                                        2.Dapat membuat pelat kromatografi lapis tipis dan kolom kromatografi.
                                       3.Dapat memisahkan suatu senyawa dari campurannya dengan kromatografi                                        lapis tipis dan memurnikannya dengan kolom.
                                        4.Dapat memisahkan pigmen tumbuhan dengan cara kromatografi kolom.
IV.             Landasan teori
           Kromatografi kolom adalah cara pemisahan campuran senyawa dalam bentuk ekstrak. Karena melakukan pemisahan menggunakan kromatografi kolom tidak membutuhkan waktu yang lama dan juga lebih murah. Biasanya kromatografi kolom menghasilkan senyawa yang murni atau dalam bentuk fraksi-fraksi yang masih berupa campuran. Melakukan pemisahan campuran senyawa menggunakan teknik kromatografi kolom akan mengalami kesulitan apabila campuran senyawa yang akan dipisahkan dalam jumlah sedikit, karena ada kecenderungan campuran tersebut akan tertinggal pada fase diam(Ismiarni,2010).
           Sedangkan kromatografi tipis merupakan teknis pemisisahan campuran senyawa yang teknik nya hamper sama dengan kromatografi kertas,yang membedakan ialah kromatografi lapis tipis menggunakan media lapisan tipis yang tersangga pada papan kaca, aluminium atau plastik. Sedangkan kromatografi kertas menggunakan kertas sebagai media pemisahannya. Lapisan tipis pada adsorben pada proses pemisahan berlaku sebagai fase diam(Soebagio, 2008).
         Berdasarkan pendistribusian zat pada teknik kromatografi terdapat 2 fase, yaitu fase diam (stasioner) dan fase gerak (mobile). Azas penting kromatografi adalah bahwa senyawa yang berbeda mempunyai koefisien distribusi yang berbeda diantara kedua fase yang diam dan fase gerak. Senyawa yang berinteraksi lemah dengan fase diam akan lebih lama tinggal dalam fase gerak dan bergerak cepat dalam system kromatografi. Sebaliknya kromatografi akan bergerak lambat jika jika senyawa yang berinteraksi dengan fase diam kuat. Setiap komponen dalam campuran senyawa bergerak dengan laju yang berbeda dalam system kromatografi menghasilkan pemisahan yang sempurna. Cara kromatografi dapat digunakan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif (Tim Kimia Organik, 2019).
              Kromatografi merupakan teknik pemisahan campuran zat menjadi komponen-komponen penyusunnya, yang mana komponen tersebut akan dianalisis seluruhnya. Ada beberapa jenis kromatografi yang menggunakan prinsip dasar yang sama yaitu  kromatografi lapis tipis , kromatografi cair, khromatografi gas, kromatografi penukar ion, kromatografi afinitas. Yang mana prinsipnya ialah komponen penyusun suatu zat terletak pada  perbedaan afinitas atau gaya adesi dari setiap jenis analit terhadap fasa diam dan fasa gerak sehingga masing-masing komponen penyusun suatu zat terpisah satu sama lain http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/04/10/325teknik-pemisahan-dengan-khromatografi/

                 Pada tahun 1938 Ismailoff dan Schaiber teknik kromatografi KLT pertama kali dikembangkan. Suatu zat yang dapat digunakan untuk menyerap molekul dalam suatu zat dinamakan adsorben. Sedangkan zat atau molekul yang akan diserap ialah adsorbat. Pada kromatografi ini digunakan lempeng kaca sebagai penunjang fase diam. Kromatografi kolom merupakan metode kromatografi yang sederhana, cepat dalam melakukan pemisahan dan mudah untuk didapatkannya senyawa-senyawa yang terpisah. Silici gel dan bubuk selulosa merupakan pelapis yang sering dipakai dalam metode kromatografi (Khopkar, 2010).

V.                ALAT dan BAHAN
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
5.1  Alat
-          Plat TLC                                       - Erlenmeyer
-          Gelas piala                                     - Pipa kapiler
-          Dryer                                             - Bejana pengembang
-          Kolom kromatografi                     - Lampu UV
-          Glass wool                                    - Tabung reaksi
-          Pengaduk                                      - Pipet tetes
-          Pensil                                             - Glass wol
5.2  Bahan
-          Metanol                                         - Etanol
-          Etil-asetat                                      - Kloroform
-          n-heksan                                        - Aseton
-          Ekstrak tanaman                           - Serium sulfat
-          Ekstrak daun                                 - Silika gel
-          Asam asetat                                   - Larutan pengembang

VI.             PROSEDUR KERJA
Kromatografi Lapis Tipis
1.    Disiapkan Plat TLC
2.  Dibuat larutan pengembang dalam gelas piala 1L  dengan komposisi Etanol : Metanol Kloroform     : Etil- Asetat : n-heksan : Aseton ( 40 : 68 : 108 : 115 : 140 : 152 ) ml
3.    Dibuat 10 larutan sampel daari 10 ekstrak tanaman dengan 5 ml methanol
4.   Diambil masing-masing larutan sampel yang sudah di ekstrak dibubuhkan (  ditotolkan ) diatas pelat TLC dengan jarak kira-kira 1cm dari tepi pelat kaca.
5.    Dikeringkan noda sampel dan standard dengan dryer (ditiup).
6.    Dimasukkan pelat ke dalam bejana pengembang
7.    Dibiarkan proses ini berlangsung sampai garis dmencapai 1 cm dari tepi atas pelat.
8.  Diangkat pelat dari bejana, lihat noda dengan lampu UV atau dibuat larutan dengann serium sulfat
9.    Dihitung dan bandingkan semua Rf yang diperoleh.

 Kromatografi KolomDi
1.    Disiapkan 10 ekstrak daun
2.    Disiapkan kolom kromatografi
3.    Disumbat bagian bawah kolom dengan glass wool.
4.    Dimasukkan silika gel kedalam larutan pengembang yang telah dibuat di awal.
5.    Dimasukkan tersebut kemudian kedalam kromatografi kolom.
6.    Dimasukkan sampel yang akan di kromatografi
7.    Diteteskan pelarut secara terus- menerus kedalam kolom
8.  Ditampung tetesan yang keluar dari kolom dengan beberapa tabung reaksi bersih dan dipisahkan berdasarkan warnanya.



1.      Berdasarkan video di atas, bagaimana cara memisahkan ekstrak kental yang anda ketahui?
2.      Apa saja hasil ekstrak yang bersifat polar?


3.      Apa tujuan dimasukkan nya ekstrak eter ke dalam eluen non polar?

Komentar

  1. saya Elda septiana (A1C117027) akan menjawab no 2.
    Hasil ekstrak yang bersifat polar yaitu, kloroform, metanol, H20, etil asetat, etanol dan H2O

    BalasHapus
  2. Saya mirna (A1C117013), saya akan menjawab permasalahan pada no 3. Menurut saya tujuan ditambahkannya ekstrak eter kedalam eluen adalah untuk mempermudah melarutkan eluen karena seperti yang kita ketahui bahwa eter bersifat non polar dan eluen juga bersifat non polar

    BalasHapus
  3. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Berdasarkan vidio tersebut pemisahkan ekstrak kental dapat dilakukan dengan cara ekstrak cair cair (sheila sagita,09)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL KIMIA ORGANIK I REAKSI ALKOHOL DAN FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI REAKSI ALKOHOL DAN FENOL Oleh AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 I.Judul                          : Reaksi - Reaksi Alkohol dan Fenol II.Hari, Tanggal           : Sabtu, 30 Maret 2019 III.Tujuan                     : Adapun tujuan dilakukannya praktikum yaitu : 1. Untuk memahami dan mengetahui perbedaan sifat-sifat antara alkohol dan fenol 2. Untuk memahami dan mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan untuk membedakan antara senyawa-senyawa alkoho...

KIMIA BAHAN ALAM PENYEDAP RASA

      KIMIA BAHAN ALAM UNTUK MAKANAN, MINUMAN DAN PENYEDAP RASA           Flavor adalah persepsi biologis, yaitu sensasi yang dihasilkan dari bahan yang ada  pada mulut. Flavor pada prinsipnya dapat diterima oleh reseptor aroma pada hidung dan reseptor rasa dalam mulut. Flavor seperti yang ada pada buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan hasil dari produk sekunder dari berbagai jenis jalur metabolism. Metabolit sekunder berasal dari metabolit primer seperti protein, karbohidrat dan lemak dan biasanya tidak langsung memberi citarasa. Contoh metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, phenol dan senyawa aromatik yang dapat disintesa dari metabolit asam amino primer yaitu  phenylalanine, tyrosine, dan tryptophan. Pada dasarnya flavor dapat dibedakan jadi tiga berdasarkan sumbernya yaitu alami, proses dan buatan. Yang alami contohnya senyawa terpene yang ada pada rempah-rempah. Pada proses fermentasi dihasilka...

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI-REAKSI ALDEHIDA DAN KETON Oleh AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 VIII .  Data Pengamatan 8.1 Uji Cermin Kaca, Tollens No Perlakuan Hasil 1 Tabung 1 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Benzaldehid Tidak bereaksi 2 Tabung 2 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Aseton Tidak bereaksi 3 Tabung 3 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Sikloheksanon Tidak bereaksi 4 Tabung 4 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Formalin Terbentuk cermin 5 Tabung 1 dipanaskan ± 5 menit Terbentuk cermin 6 Tabung 2 dipanaskan ± 10 menit Tidak bereaksi 7 Tabung 3 dipanaskan ± 10 menit Tidak bereaksi ...