JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
SINTESIS ASETON
SINTESIS ASETON
Oleh
AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
Percobaan 07
I.
Judul : Sintesis Aseton
II.
Hari, tanggal : Sabtu, 06 April 2019
III.
Tujuan : Adapun tujuan dari
percobaan ini ialah,
1.
Untuk memahami tahapan sintesis aseton
2.
Untuk memahami apa itu aseton
IV.
Landasan teori
Salah satu
senyawa alifatik keton yang sangat penting ialah aseton, ch3coch3.
Pada umumnya aseton ini digunakan sebagai solven untuk pembuatan polimer.
Senyawa intermediet dalam pembuatan metil metacrylate merupakan hasil dari
penggunaan aseton secara komersial(johanna lianna dan lusiana silalaji, 2012).
Aseton ialah
bahan baku sintesis organic yang penting untuk produksi kaca, farmasi,
pestisida. Aseton juga dapat berperan sebagai pelarut yang baik untuk pelapis,
perekat, silinder asetilena. Selain itu aseton juga digunakan sebagai bahan
pembersih, pengencer dan agen ektraksi(anonim, 2014).
Pertama kali aseton inu dihasilkan dengan cara
destilasi kering dari kalsium asetat. Dalam bidang industry aseton banyak
digunakan pada industry selulosa asetat, plastic, cat, serat, kosmetik, karet,
perekat dan proses ekstraksi sebagai bahan baku pembuatan metil isobutyl keton.
Setelah perang dunia ke-1, proses destilasi kering pada pembuatan keton
digantikan dengan fermentasi karbohidrat menjadi aseton, butyl dan etil
alkohol. Kemudian pada tahun 1920 diganti lagi proses pembuatan aseton menjadi
proses dehidrogenasi 2-propanol. Kemudian diganti lagi pada proses pembuatan
aseton dengan cara oksidasi propone pada tahun 1960(ullman, 2007).
Oksidasi dari bahan dasar isopropyl alkohol akan
menghasilkan keton yaitu aseton. Yang mana ciri-ciri aseton ialah tidak
berwarna dan memiliki berat jenis 0,812 gram/mol dan sebagai tandanya ialah
memiliki bau yang sengit. Dalam air aseton dapat bercampur dan dalam semua
perbandingan adalah suatu zat pelarut yang baik bagi banyak zat-zat organic,
dalam pembuatan yang cukup penting aseton digunakan untuk pembuatan senyawa
kloroform dan iodoform(kimia organik,2015).
Aseton memiliki gugus karbonil yang memiliki ikatan
rangkap dua karbon-oksigen terdiri atas satu ikatan σ dan satu ikatan π.
Biasanya ikatan atom hydrogen dengan atom karbon akan sangat sukar untuk
diputuskan dan juga sangat stabil. Aseton memiliki atom hydrogen α bersifat
asam, oleh karena itu dapat terionisasi menghasilkan ion enolat. Aseton mudah
terbakar dan memiliki gugus karbonil yang berbentuk cairan tidak berwarna
(kimia organik,2002).
Dalam kehidupan sehari-hari aseton dapat digunakan
untuk banyak hal, seperti untuk membersihkan kuku yang memakai kuteks,
membersihkan keyboard laptop yang kotor, membersihkan lantai hingga mengkilap,
menghilangkan noda pada porselin seperti pada cangkir dan mengilangkan goresan
pada jam tangan. Aseton juga dapat digunakan dalam pembuatan plastik, kosmetik
dan obat-obatan. Aseton dapat dihasilkan dari destilasi kering dengan kalsium
asetat, memanaskan asam asetat dengan bantuan katalis mangan (II) karbonat pada
suhu sekitar 110-1200C. selain itu aseton juga dapat dihasilkan dari
oksidasi alkohol sekunder dalam suasana asam, seperti menggunakan 1 propanol
atau isopropanol dengan oksidator kalium kromat http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/04/03/sintesis-aseton/
V.
Alat dan bahan
5.1
Alat
1. Batang pengaduk 1buah
2. Erlenmeyer
100 ml 1buah
3. Gelas
beker 200 ml 1buah
4. Gelas beker 500 ml 2
buah
5. Gelas
ukur 50
ml 1buah
6. Heating
mantle 1buah
7. Kaca arloji 1buah
8. Labu
leher tiga 500 ml 1buah
9. Pengaduk 1buah
10. Peralatan
destilasi lengkap 1set
11. Pipet tetes 1buah
12. Spatula 1buah
13. Termometer 1buah
5.2
Bahan
1.
Akuades
2.
Asam sulfat pekat
3.
Es batu
4.
Kristal kalium
permanganat
5.
Isopropil alkohol atau
propanol
VI.
Prosedur kerja
Pembuatan aseton
dengan oksidator kalium permanganat
·
Dirancang alat
destilasi dengan baik ( terdiri dari statif, klem, thermometer, pipa t, hot
plate, kondesor, gelas beker, erlenmeyer)
·
Dimasukan kedalam gelas
kimia 85 ml aqiuades
·
Dimasukan 12 ml asam
sulfat pekat dan 16 gram kristal kmno4.
·
Diaduk campuran
tersebut dengan hati-hati
·
Diamkan sampai campuran
tidak panas lagi
·
Dimasukan campuran
kedalam labu leher tiga secara perlahan
·
Diaduk atau digoyongkan labu leher tiga
·
Dimasukan batu didih
kedalam labu leher tiga
·
Dilakukan proses
distilasi terhadap campuran pada suhu 75o – 80oc
·
Diukur volume aseton
yang dihasilkan
·
Diulangi percobaan ini
dengan kristal kmno4 sebanyak
20 gr
Pembuatan aseton
dengan oksidator kalium bikromat
· Dirancang
alat destilasi dengan baik
·
Dibuat campuran h2so4
pekat dengan isopropil alcohol ( 50 ml air
+ 27,5 ml h2so4 + 29, 2 ml isopropil alcohol)
·
Dimasukan kedalam labu
suling
·
Dilarutkan 10 gr k2cr2o7
dalam 100 ml aquades
·
Dimasukan kedalam
corong pisah
·
Dipanaskan abu sampai
mendididih diangkat penagas + k2cr2o7 melalui
corong pisah
·
Dilakukan destilasi
setelah k2cr2o7 pada suhu 75 oc
·
Dihitung rendemen
Permasalahan
1. Berdasarkan video di atas metode apa yang digunakan dalam proses
sintesis aseton?
2. Pada proses destilasi apa yang dapat diamati pada tabung?
3.
Apa yang dapat
kalian amati pada destilat?

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapussaya Hanna (045) akan menjawab pertabyaan 3. Hasil yang diperoleh adalah warna kuning dengan bau yang menyengat.
BalasHapussaya Seprida Anjelina (A1C117051) ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Pada sintesis aseton ini digunakan tahapan melalu destilasi
BalasHapussaya Arnia Haiza Annisa (049) akan menjawab pertanyaan nomor
BalasHapus2. Pada dinding uapnya perlahan lahan menghilang. Dan dinding bebas dari air