AGUSTRI
MANDA SARI : A1C117035
DOSEN
PENGAMPU
Dr. Drs.
SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
Proses
pembentukan suatu metabolit atau produk metabolisme dari molekul yang sederhana
sehingga menjadi molekul yang lebih kompleks yang terjadi pada organisme hidup
disebut dengan biosintesis.
Ada 2 jenis metabolisme
pada makhluk hidup, yakni metabolisme primer dan sekunder. Yang mana pada
tumbuhan seperti respirasi dan fotosintesis yang merupakan proses yang esensial
bagi kehidupan tumbuhan merupakan metabolisme primer. Metabolisme primer
membentuk metabolit primer. Sedangkan metabolisme sekunder merupakan proses
yang tidak esensial bagi kehidupan organisme, terjadi pada saat sel dalam tahap
diferensiasi menjadi sel yang lebih terspesialisasi (fase stasioner).
Metabolisme primer
disebut dengan proses tumbuh karena hasil metabolismenya digunakan untuk
keberlangsungan hidup tanaman untuk tumbuh. Contohnya seperti asam amino,
asetil CoA, gula – gula, nuklelotida, asam sitrat, lipid, protein, dan
karbohidrat. Sedangkan pada metabolisme sekunder itu contohnya senyawa yang
diturunkan dari metabolit primer seperti protein, lipid, asam nukleat, dan
karbohidrat. Secara sederhana dibagi atas 3 golongan besar, yaitu fenolik,
senyawa bernitrogen, dan terpenoid yang mana senyawa ini hasil metabolisme nya tidak
digunakan untuk pertumbuhan, akan tetapi untuk pertahanan diri.
BIOSINTESIS METABOLIT PRIMER
Biosintesis Karbohidrat
1. Produksi
Monosakarida Lewat Fotosintesis
Mengubah energi elektromagnetik menjadi kimiawi merupakan
proses biologi yang dilakukan untuk memproduksi monosakarida, proses ini
dilakukan pada tumbuhan berklorofil saat berfotosntesis. Dalam tumbuhan hijau,
fotosintesis terdiri dari dua golongan reaksi. Satu golongan terdiri dari
reaksi cahaya yang sesungguhnya mengubah energi elektromagnetik menjadi potensi
kimiawi. Golongan lain terdiri dari reaksi enzimatik yang menggunakan energi
dari reaksi cahaya untuk mengfiksasi karbon dioksida menjadi gula. Reaksi
terakhir ini sering disebut reaksi gelap. Hasil dari kedua reaksi tersebut dapat
disimpulkan menjadi reaksi sederhana sebagai berikut.
2H2O + CO2 + cahaya
(CH2O) + H2O + O2
2. Biosintesis
Sukrosa
Sukrosa
merupakan produk tanaman yang terbentuk dari hasil proses fotosintesis, yang
mana merupakan bahan faktor utama. Pembentukan sukrosa mungkin merupakan
prekursor biasa untuk sintesis polisakarida. Meskipun jalur alternatif terdiri
dari suatu reaksi antara glukosa 1-fosfat dan fruktosa yang bertanggungjawab
untuk produksi sukrosa dalam mikroorganisme tertentu.
Biosintesis Lipid
1. Biosintesis
asam lemak berjalan dengan sederet reaksi melibatkan dua komplek enzim plus
ATP, NADPH2, Mn++, dan karbon dioksida. Jalur biosintesis asam lemak tak jenuh
(unsaturated fatty acids), rantai cabang, jumlah atom karbon gasal dalam asam
lemak, dan lain-lain modifikasi belum ditegakkan secara rinci. Bagian molekul
(moiety) gliserol yang digunakan dalam biosintesis lipid diturunkan utamanya
dari isomer-L dari α-gliserofosfat (L- α-GP). Reaksi-reaksi yang terlibat dalam
pembentukan tipe trigliserida dirangkum dalam Gambar 3-4. L-α-GP mungkin
diturunkan baik dari gliserol bebas maupun antara glikolisis,
dihidroasetonfosfat bereaksi berturut-turut dengan 2 molekul asetil-KoA
membentuk pertama asam L-α-flisofosfatidat, kemudian asam L-α-fosfatidat.
Senyawa yang akhir ini diubah menjadi α,ß-digliserida, yang akan baik kembali
kedaur asam fosfatidat atau bereaksi dengan asil-KoA dan asam Iemak untuk
membentuk trigliserida.
BIOSINTESIS
METABOLIT SEKUNDER
Jalur
yang biasanya dilalui dalam pembentukan metabolit sekunder ada tiga jalur,
yaitu jalur asam asetat, jalur asam sikimat, dan jalur asarn mevalonat.
1. JaIur
asam asetat
Poliketida
meliputi golongan yang besar bahan alami yang digolongkan bersarna berdasarkan
pada biosintesisnya. Keanekaragaman struktur dapat dijelaskan sebagai turunan
rantai poli-ß-keto, terbentuk oleh koupling unit-unit asam asetat (C2) via
reaksi kondensasi, misalnya
n CH3CO2H [CH3CO]n-
Termasuk
poliketida adalah asam temak, poliasetilena, prostaglandin, antibiotika
makrolida, dan senyawa aromatic seperti antrakinon dan tetrasiklina.
Pembentukan rantai poli-ßketo dapat digambarkan sebagai sederet reaksi Claisen,
keragaman melibatkan urutan ß-oksidasi dalam metabolism asam lemak. Jadi, 2
molekul asetil-KoA dapat ikut serta datam reaksi Claisen membentuk
asetoasetil-KoA, kemudian reaksi dapat berlanjut sampai dihasilkan rantai poli-ß-keto
yang cukup (Gambar 3—7). Akan tetapi studi tentang enzim yang terlibat dalam
biosintesis asam Iemak belum terungkap secara rinci.
Namun demikian,
dalam pembentukan asam lemak melibatkan enzim asam Iemak sintase seperti yang
dibahas di atas. Mengenai reaksi-reaksi yang terjadi pada jalur asam asetat
tercantum dalam Gambar 3—6.
2. Jalur
asam sikimat
Jalur
asam sikimat merupakan jafur alternatif menuju senyawa aromatik, utamanya
L-fenilalanin. L-tirosina. dan Ltriptofan. Jalur ini berlangsung dalam
mikroorganisme dan tumbuhan, tetapi tidak berlangsung dalam hewan, sehingga
asam amino aromatik merupakan asam amino esensial yang harus terdapat dalam
diet manusia maupun hewan.
Antara pusat
adalah asam sikimat, suatu asam yang ditemukan dalam tanaman Illicium sp.
beberapa tahun sebelum perannya dalam metabolisme ditemukan. Asam ini juga
terbentuk dalam mutan tertentu dari Escherichia coli. Adapun contoh reaksi yang
terjadi dalam biosintesis asam polifenolat
3. Jalur
asam mevalonat
Terpenoid
merupakan bentuk senyawa dengan keragaman struktur yang besar dalam produk
alami yang diturunkan dan unit isoprena (C5) yang bergandengan dalam model
kepala ke ekor (head-to-tail), sedangkan unit isoprena diturunkan dari metabolisme
asam asetat oleh jalur asam mevalonat
Pertanyaan
- Berdasarkan jurnal di atas apa saja yang termasuk pembentuk metabolit sekunder
- Senyawa metabolit sekunder tidak berperan penting dalam kehidupan, akan tetapi memiliki beberapa keuntungan. Apa saja keuntungan dari senyawa metabolit sekunder?
- Apa saja yang termasuk komponen yang memberikan efek induksi enzim pada biosintesis metabolit sekunder?


Saya Hr. Yuniarccih dengan Nim RSA1C117001
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari Agustri yang kedua
Manfaat dari metabolisme sekunder bagi tumbuhan adalah sebagai senyawa yang dapat berguna sebagai pertahanan dari lingkungan yang tidak menguntungkan
Contohnya seperti senyawa aquinon dan flavonoid yang terdapat pada tumbuhan membuat tumbuhan lain tidak dapat hidup di sekitar tumbuhan tsb.
Selain itu metabolit sekunder menghasilkan senyawa tidak essensial yang dapat digubakan sebagai obat-obatan
Terima kasih
Saya Yuli Pertiwi
BalasHapusNIM A1C117020
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Ada beberapa komponen yang dapat memberikan efek induksi enzim pada biosintesis metabolit sekunder seperti triptofan, metionin, dan dietilbalbiturat.
semoga membantu
terimakasih
Saya Enung Sundari
BalasHapusNim A1C117956
Akan menjawab pertanyaan no 1 dimana pembentukan metabolit sekunder bergantung pada nutrisi, penurunan kecepatan pertumbuhan, feedback control dan enzim