Langsung ke konten utama

ETNOBOTANI


KHASIAT BUAH MENGKUDU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Oleh
AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035
DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019





     Buah mengkudu adalah salah satu tumbuhan yang sering dijadikan obat tradisional oleh sebagian masyarakat Indonesia, hanya saja tidak semua mengetahui khasiat dari buah mengkudu ini. Sehingga sebagian dari masyarakat justru tidak mengetahui bahwa ada khasiat dari buah ini yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Beberapa sumber penelitian menyatakan bahwa buah mengkudu merupakan tanaman yang dapat dijadikan pengobatan seperti sebagai efek kemotrapi, anti depresan, aktivitas hepatoprotektif, antoksidan, dan lain-lain. Aktivitas tersebut diperkirakan karena adanya aktivitas antioksidan dalam mengkudu dengan kandungan flavonoid dan senyawa fenolik (Rao dan Subramanian, 2009).
     Buah mengkudu merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki rasa pahit dan bau yang tidak sedap. Sehingga sering sekali kita merasa tidak nyaman dan tidak suka mengonsumsi obat seperti ini. Padahal kita dapat mengupayakan agar buah mengkudu tidak terasa pahit, salah satunya yaitu dengan cara dibuat menjadi sediaan topikal  seperti liposom. Bentuk liposom akan membuat pengguna tidak merasakan rasa pahit karena penggunaannya secara transdermal bukan melalui oral sehingga akan meningkatkan nilai penerimaan produk di masyarakat. Liposom merupakan salah satu pembawa yang baik digunakan untuk mengurangi efek toksik, meningkatkan kelarutan dan penetrasi senyawa yang dibawanya (Pasaribu, 2016).
    Buah mengkudu mengandung alkaloid yang dinamakan xeronin. Yang mana alkaloid disini berguna untuk mengaktifkan enzim-enzim dan mengatur pembentukan protein serta bekerja untuk melawan peradangan yang terjadi di dalam tubuh (Wijayakusuma, 2008). Xeronin dibentuk oleh suatu zat yang dinamakan proxeronin dan dihasilkan ketika asam lambung yang sedang mencerna buah mengkudu mengubah proxeronin sampai menjadi xeronin. Semua sel kemudian akan menjadi aktif karena telah dimasuki oleh xeronin, akan lebih sehat dan terjadi perbaikan struktur maupun fungsinya. Ketika terjadi masalah pada tubuh, seperti masalah kesehatan (fisik ataupun emosional), infeksi, racun, dan bertambahnya usia. Maka kebutuhan akan xeronin cenderung akan meningkat. Selain itu buah mengkudu juga mengandung skopoletin yang berguna untuk memperlebar saluran pembuluh darah, dan memperlancar peredaran darah, serta berkhasiat sebagai anti bakteri, anti alergi dan anti radang (Rukmana, 2010).


Pertanyaan :
1. Berdasarkan jurnal di atas, tanaman mengkudu mengandung alkaloid yang dinamakan xeronin. Apa khasiat yang terdapat pada alkaloid (xeronin) tersebut?
2. Kita mengetahui bahwasannya tanaman mengkudu memiliki rasa pahit dan bau yang tidak sedap. Bagaimanakah cara mengupayakan untuk menghilangkan rasa pahit dan bau tidak sedap pada tanaman mengkudu?
3. Pada saat kapan kah terjadi peningkatan kebutuhan xeronin pada tubuh?

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Saya Friska Utami (A1C117021) Reguler A. Saya akan menjawab pertanyaan no.1. Tanaman mengkudu mengandung alkaloid yang dinamakan dengan xeronin, yang mana memiliki khasiat yang dapat berguna untuk mengaktifkan enzim-enzim dan mengatur pembentukan protein serta bekerja untuk melawan peradangan yang terjadi di dalam tubuh.

    BalasHapus
  3. assalamu'alaikum warrohmatullahi wabarokatu.
    saya idkhom kholid nim RSA1C117015 akan berusaha menjawab pertanyaan nomor 2
    Cara menghilangkan rasa pahit dan bau tidak sedap pada mengkudu salah satunya ialah mengkudu dibuat menjadi topikal seperti liposom. Karena penggunaan liposom itu secara transdermal bukan melalui oral, maka dapat menghilangkan rasa pahit dan bau tidak sedap. Karena liposom merupakan pembawa yabg baik dan digunakan untuk mengurangi efek toksik, meningkatkan kelarutan dan penetrasi senyawa yang dibawanya.

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum Manda, perkenalkan saya Enung Sundari dengan NIM A1C117056 akan mencoba menjawab pertanyaan no.3 dimana Kebutuhan xeronin akan cenderung meningkat pada tubuh ketika terjadi masalah pada tubuh, seperti kesehatan (fisik ataupun emosional), infeksi, racun dan ketika bertambahnya usia.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL KIMIA ORGANIK I REAKSI ALKOHOL DAN FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI REAKSI ALKOHOL DAN FENOL Oleh AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 I.Judul                          : Reaksi - Reaksi Alkohol dan Fenol II.Hari, Tanggal           : Sabtu, 30 Maret 2019 III.Tujuan                     : Adapun tujuan dilakukannya praktikum yaitu : 1. Untuk memahami dan mengetahui perbedaan sifat-sifat antara alkohol dan fenol 2. Untuk memahami dan mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan untuk membedakan antara senyawa-senyawa alkoho...

KIMIA BAHAN ALAM PENYEDAP RASA

      KIMIA BAHAN ALAM UNTUK MAKANAN, MINUMAN DAN PENYEDAP RASA           Flavor adalah persepsi biologis, yaitu sensasi yang dihasilkan dari bahan yang ada  pada mulut. Flavor pada prinsipnya dapat diterima oleh reseptor aroma pada hidung dan reseptor rasa dalam mulut. Flavor seperti yang ada pada buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan hasil dari produk sekunder dari berbagai jenis jalur metabolism. Metabolit sekunder berasal dari metabolit primer seperti protein, karbohidrat dan lemak dan biasanya tidak langsung memberi citarasa. Contoh metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, phenol dan senyawa aromatik yang dapat disintesa dari metabolit asam amino primer yaitu  phenylalanine, tyrosine, dan tryptophan. Pada dasarnya flavor dapat dibedakan jadi tiga berdasarkan sumbernya yaitu alami, proses dan buatan. Yang alami contohnya senyawa terpene yang ada pada rempah-rempah. Pada proses fermentasi dihasilka...

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI-REAKSI ALDEHIDA DAN KETON Oleh AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 VIII .  Data Pengamatan 8.1 Uji Cermin Kaca, Tollens No Perlakuan Hasil 1 Tabung 1 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Benzaldehid Tidak bereaksi 2 Tabung 2 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Aseton Tidak bereaksi 3 Tabung 3 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Sikloheksanon Tidak bereaksi 4 Tabung 4 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Formalin Terbentuk cermin 5 Tabung 1 dipanaskan ± 5 menit Terbentuk cermin 6 Tabung 2 dipanaskan ± 10 menit Tidak bereaksi 7 Tabung 3 dipanaskan ± 10 menit Tidak bereaksi ...