Langsung ke konten utama

KIMIA BAHAN ALAM (FLAVONOID)


KERAGAMAN DAN KEUNIKAN STRUKTUR KIMIA FLAVONOID


Oleh
AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035
DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019


Pada kesempatan kali ini kita akan mencaritahu tentang apa saja keunikan dan keragaman dari struktur Flavonoid, yang mana pada blog sebelumnya sudah dipaparkan materi tentang senyawa Terpenoid. Senyawa flavonoid itu merupakan senyawa polifenol yang memiliki 15 atom karbon yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6, yaitu dua cincin aromatik yang dihubungkan oleh 3 atom karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. Flavonoid dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan karena senyawa ini terdapat dalam semua tumbuhan. Banyak tumbuhan yang mengandung senyawa Flavonoid dan pada tumbuhan itu dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan tradisional. Penelitian farmakologi terhadap senyawa flavonoid menunjukkan bahwa beberapa senyawa golongan flavonoid memperlihatkan aktivitas seperti antifungi, diuretik, antihistamin, antihipertensi, insektisida, bakterisida, antivirus dan menghambat kerja enzim.
Hal penting dari penyebaran flavonoid dalam tumbuhan adalah adanya kecenderungan kuat bahwa tumbuhan yang secara taksonomi berkaitan akan menghasilkan flavonoid yang jenisnya serupa. Sistem penomoran flavonoid dapat dilihat pada gambar. 

Flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau dengan mengecualikan alga. Flavonoid sebenarnya terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk daun, akar, kayu, kulit, tepung sari, nectar, bunga, buah, dan biji. Penyebaran jenis flavonoid pada golongan tumbuhan yang terbesar, yaitu angiospermae. Segi penting dari penyebaran flavonoid dalam tumbuhan ialah adanya kecenderungan kuat bahwa tetumbuhan yang secara taksonomi berkaitan akan menghasilkan flavonoid yang jenisnya serupa. Jadi, informasi yang berguna tentang jenis flavonoid yang mungkin ditemukan pada tumbuhan yang sedang ditelaah sering kali dapat diperoleh dengan melihat pustaka mengenai telaah flavonoid terdahulu dalam tumbuhan yang berkaitan, misalnya dari marga atau suku yang sama.
Pada tumbuhan tinggi, flavonoid terdapat baik dalam bagian vegetatif maupun dalam bunga. Sebagai pigmen bunga flavonoid berperan jelas dalam menarik burung dan serangga penyerbuk bunga. Beberapa flavonoid tak berwarna, tetapi flavonoid yang menyerap sinar UV barangkali penting juga dalam mengarahkan serangga. Beberapa kemungkinan fungsi flavonoid untuk tumbuhan yang mengandungnya adalah pengaturan tumbuh, pengaturan fotosintesis, kerja antimikroba dan antivirus, dan kerja terhadap serangga. Ini adalah sifat-sifat golongan flavonoid :
Penggolongan Flavonoid dapat dipisahkan melalui kromatografi, dengan menggunakan senyawa pembading yang dikenal komponen masing-masing senyawa didentifikasi. Kerangka flavonoid cincin benzoil dan cinnamoil dapat dilihat pada gambar

Pada Flavonoid terdapat banyak pigmen umum pada tumbuhan :

Katekin dan proantosianidin
Merupakan dua buah senyawa yang sama-sama terwarna dan terdapat pada seluruh tumbuhan kayu.
Flavanon dan Flavanonol
Merupakan senyawa dengan konsentrasi rendah, dan hanya sedikit dibanding dengan yang lain. Mereka terwarna atau hanya kuning sedikit. Flavanon (atau dihidroflavanon) sering terjadi sebagai aglikon (60)tetapi beberapa glikosidanya dikenal sebagai, misalnya, hesperidin dan naringin dari kulit buah jeruk. Flavanonol merupakan flavonoid yang kurang dikenal, dan kita tidak mengetahui apakah senyawa ini terdapat sebagai glikosida. 
Auron
Flavon, Favanol, Isoflavon 

Flavon atau flavonol merupakan senyawa yang paling tersebar luas dari semua semua pigmen tumbuhan kuning, meskipun warna kuning tumbuhan jagung disebabkan oleh karatenoid. Isoflavon tidak begitu menonjol, tetapi senyawa ini penting sebagai fitoaleksin. Senyawa yang lebih langka lagi ialah homoisoflavon. Senyawa ini biasanya mudah larut dalam air panas dan alkohol meskipun beberapa flvonoid yang sangat termitalasi tidak larut dalam air. 


Auron   
Auron atau system cincin benzalkumaranon dinomori sebagai berikut.
Auron berupa pigmen kuning emas terdapat dalam bunga tertentu dan bryofita. Dikenal hanya lima aglikon, tetapi pola hidroksilasi senyawa ini umumnya serupa dengan pola pada flavonoid lain begitu pula bentuk yang dijumpai ialah bentuk glikosida dan eter metil. Dalam larutan basa senyawa ini menjadi merah ros. Beberapa auron, struktur dan tumbuhan sumber terdapat dalam contoh dibawah ini.
 


 
Itulah tadi paparan materi mengenai keragaman dan keunikan dari senyawa Flavonoid, semoga bermanfaat.
Selanjutnya ialah permasalahan yang akan dijawab oleh teman-teman.

1. Keberadaan flavonoid pada daun cengkeh diuji di laboratorium tidak melalui tahap ekstraksi, akan tetapi pada daun dilakukan uji melalui tahap Maserasi. Coba jelaskan apa alasan dilakukan hal tersebut.
2. Untuk menentukan keberadaan suatu flavonoid dalam tumbuhan itu dilakukan pengujian dengan berbagai macam metode yang dipengaruhi oleh suhu dan metode. Yang mana suhu tinggi akan berdampak tidak baik pada keberadaan senyawa flavonoid tersebut, seberapa kah pengaruh suhu dan metode dalam penentuan keberadaan flavonoid dan bagaimana dampak jika salah mengatur suhu?
3. Dalam sebuah jurnal penelitian dikatakan bahwa senyawa flavanon itu senyawa yang tidak dapat dideteksi selain dengan penyemprot kromogen. Dikatakan juga bahwa flavanon lebih mudah berbentuk pada suasana asam sedang Calkon tidak. Mengapa demikian?



Komentar

  1. Saya akan menjawab no 2.
    Menurut saya suhu sangatlah berpengaruh dalam penentuan keberadaan flavonoid ini, karena apabila suhu yang terlalu tinggi akan berdampak buruk, yaitu dapat merusak struktur dari pada flavonoid itu sendiri.

    BalasHapus
  2. Disini saya akan mencoba menjawab permasaahan no 3.
    Karena Flavanon merupakan senyawa yang tak berwarna yang sehingga tak dapat dideteksi jika dilakukan dengan pemeriksaan kromatografi kecuali bila menggunakan
    penyemprot kromogen. Flavanon dan Calkon adalah dua jenis flavonoid yang isomerik dan jenis yang satu mudah diubah menjadi jenis yang
    lain oleh sebab itu Falvanon lebih mudah terbentuk
    dalam suasana asam sedangkan calkon lebih mudah didapatkan dalam suasana basa bukan pada suasana asam.
    Terimakasih, semoga membantu:)

    BalasHapus
  3. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no. 1
    Proses ekstraksi daun cengkeh dilakukan dengan cara maserasi karena dengan cara ini kandungan flavonoid dalam daun dapat diisolasi dengan baik, dimana sampel daun cengkeh direndam dengan menggunakan pelarut tertentu (organik) yang akan membuat dinding sel dan membran sel simplisia terpecah namun kandungan flavonoid dalam sampel tetap utuh

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL KIMIA ORGANIK I REAKSI ALKOHOL DAN FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI REAKSI ALKOHOL DAN FENOL Oleh AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 I.Judul                          : Reaksi - Reaksi Alkohol dan Fenol II.Hari, Tanggal           : Sabtu, 30 Maret 2019 III.Tujuan                     : Adapun tujuan dilakukannya praktikum yaitu : 1. Untuk memahami dan mengetahui perbedaan sifat-sifat antara alkohol dan fenol 2. Untuk memahami dan mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan untuk membedakan antara senyawa-senyawa alkoho...

KIMIA BAHAN ALAM PENYEDAP RASA

      KIMIA BAHAN ALAM UNTUK MAKANAN, MINUMAN DAN PENYEDAP RASA           Flavor adalah persepsi biologis, yaitu sensasi yang dihasilkan dari bahan yang ada  pada mulut. Flavor pada prinsipnya dapat diterima oleh reseptor aroma pada hidung dan reseptor rasa dalam mulut. Flavor seperti yang ada pada buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan hasil dari produk sekunder dari berbagai jenis jalur metabolism. Metabolit sekunder berasal dari metabolit primer seperti protein, karbohidrat dan lemak dan biasanya tidak langsung memberi citarasa. Contoh metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, phenol dan senyawa aromatik yang dapat disintesa dari metabolit asam amino primer yaitu  phenylalanine, tyrosine, dan tryptophan. Pada dasarnya flavor dapat dibedakan jadi tiga berdasarkan sumbernya yaitu alami, proses dan buatan. Yang alami contohnya senyawa terpene yang ada pada rempah-rempah. Pada proses fermentasi dihasilka...

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI-REAKSI ALDEHIDA DAN KETON Oleh AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 VIII .  Data Pengamatan 8.1 Uji Cermin Kaca, Tollens No Perlakuan Hasil 1 Tabung 1 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Benzaldehid Tidak bereaksi 2 Tabung 2 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Aseton Tidak bereaksi 3 Tabung 3 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Sikloheksanon Tidak bereaksi 4 Tabung 4 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Formalin Terbentuk cermin 5 Tabung 1 dipanaskan ± 5 menit Terbentuk cermin 6 Tabung 2 dipanaskan ± 10 menit Tidak bereaksi 7 Tabung 3 dipanaskan ± 10 menit Tidak bereaksi ...