Langsung ke konten utama

KIMIA BAHAN ALAM (TERPENOID)


POTENSI PEMANFAATAN TERPENOID UNTUK MAKHLUK HIDUP


Oleh
AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035
DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019

Pada blog sebelumnya kita sudah membahas materi tentang kunikan dan keragaman senyawa terpenoid. Selanjutnya pada blog ini kita akan membahas materi tentang pemanfaatan senyawa terpenoid bagi makhluk hidup. Kita tahu ya makhluk hidup itu bukan hanya manusia, tetapi juga termasuk hewan dan tumbuhan. Nah ayo kita simak apa-apa saja sih manfaat senyawa terpenoid bagi makhluk hidup.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas pemanfaatan senyawa terpenoid bagi tumbuhan, yang mana akan saya paparkan tanaman apa saja yang didalamnya terkandung senyawa terpenooid dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Karena kita tahu kandungan senyawa terpenoid dalam tumbuhan sangat banyak mengandung manfaat obat-obatan bagi kesehatan manusia.
Kamfer (Cinnamomum camphora)
Tanaman ini telah melalui tahap pengujian di laboratorium yang mana dikatakan bahwa terdapat senyawa terpenoid dalam kandungan tanaman Kamfer. Tanaman inu dapat kita temukan di wilayah Sri Lanka, California dan Asia Timur, yang mana tumbuhan ini memiliki pohon besar yang rindang. Untuk mengetahui keberadaan senyawa terpenoid di dalam tumbuhan ini dilakukan pengujian dengan cara bagian batang dan akar dipotong kemudian dilarutkan dalam minyak yang telah beruap.
Kemudian disuling dengan menggunakan uap panas. Champor mentah lalu dibebaskan dari minyak dengan mesin pemisah dengan diputar dan ditekan dalam cetakan. Tanaman Kamfer atau sering juga disebut Champor dapat memicu saraf dalam kulit yang mana dapat megurangi rasa sakit sehingga menutup rasa yang timbul dari pusat permukaan kulit yang sama. Selain itu tanaman ini juga dapat digunakan untuk obat batuk, sesak napas dan sakit tenggorakan bagi anak kecil. Yang mana tanaman ini memiliki uap yang harum sehingga menjadi obat bius lokal bagi sebagian masyarakat.

Kayu putih (Melaleuca leucadendron)
Selanjutnya adalah tanaman atau pohon kayu putih, kita tentu sudah tidak asing dengan tanaman ini. Karena kita sangat sering memanfaatkan produksi hasil dari tanaman ini dan kita juga sudah merasakan langsung khasiat dari tanaman kayu putih. Tanaman kayu putih juga merupakan pohon yang banyak ditanam di California dan di Eropa. Yang mana tanaman ini mengandung senyawa monoterpenoid. Minyak kayu putih didapatkan dari hasil penyulingan daun kayu putih. Semakin  besar kadar sineolnya, kualitas minyak kayu putih semakin tinggi. Proses  ekstraksi  minyak  kayu  putih  dari  daun  tanaman  ini dilakukan dengan cara atau proses yang sederhana yaitu berupa penguapan minyak dari daun dan kemudian   dikondensasikan. Selanjutnya   dilakukan   pemisahan antara komponen  minyak dengan  air,  yang  diperoleh  dari  semua  bahan cair  yang diperoleh  dalam  proses kondensasi. Minyaknya mengandung kira-kira 70-80% Sineol, dengan ciri-ciri cairan tidak berwarna, bau wangi seperti champhora yang tajam, dingin, rasa pedas. Minyak yang dihasilkan ini sering dimanfaatkan dalam berbagai produk herbal, contohnya seperti nasal inhaler, antiseptik semprot dan pendingin pada aksi obat bius untuk hidung dan tenggorokan.  Sineol juga sering digunakan uapnya sebagai pereda batuk berdahak dan radang tenggorokan.

Bunga Artemisia (Artemisia annua)

Bunga artemisia berasal dari daerah subtropis (iklim temperate). Tanaman ini mengandung bahan aktif artemisinin yang sangat efektif mengatasi penyebab malaria yang resisten terhadap kina (quinine). Senyawa artemisinin pada tanaman ini bersifat kuat dan  bereaksi secara cepat sebagai shcizontosid darah dalam pengobatan malaria yang juga aktif melawan Plasmodium vivax dan strain Plsmodium vivax yang resisten terhadap klorokuin.
Senyawa artemisinin pada bunga ini berkadar tinggi terutama pada jaringan bagian atas tanaman (daun dan bunga), sementara di batang kandungannya rendah. Artemisinin tidak larut dalam air, sehingga bisa dibuat dalam derivatnya  dan dalam bentuk garam agar dapat larut di dalam air.

Bunga Valerian (Valeriana officinalis)

Tanaman ini mengandung Sesquiterpenoid dengan senyawa Valerian. Kandungan valerian dalam tanaman ini bersifat mudah menguap dan berbau tidak enak. Umumnya, senyawa tersebut dikonsumsi sebagai sediaan teh herbal kering. Senyawa tersebut dapat membantu mengurangi gangguan pencernaan, serta meringankan kondisi nyeri saluran cerna, kejang, serta pusing.

Tanaman Ginkgo (Ginkgo biloba)

Tanaman ini berasal dari Cina bagian timur. Bijinya digunakan untuk menyembuhkan gangguan pencernaan, masalah kandung kemih, dan bahkan kanker. Ginkgo juga secara tradisional digunakan untuk mengobati masalah paru-paru seperti asma dan bronkitis kronis.
Ginkgo dapat dikonsumsi dengan menyeduhnya sebagai teh. Dua komponen utama dari daun ginkgo adalah flavonoid dan terpenoid. Flavonoid, antioksidan yang berbasis tanaman, membantu melindungi pembuluh darah dan sistem saraf pusat. Terpenoid melebarkan pembuluh darah dan membantu menjaga platelet darah dari saling menempel. Ginkgo juga dapat bertindak sebagai antidepresan. Hal ini juga telah terbukti membantu menenangkan suasana hati dari orang-orang dengan gangguan kecemasan.

Wortel (Daucus carota)

Pada tumbuhan, karotenoid mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pigmen pembantu dalam fotosintesis dan sebagai pewarna dalam bunga dan buah.  Dalam bunga, karotenoid yang merupakan tetraterpenoid kebanyakan berupa zat warna kuning, sementara dalam buah dapat juga berupa zat warna jingga atau merah.  Karotenoid yang terkenal adalah xantofil.  Senyawa tersebut berperan dalam proses pengelihatan.

Karet (Ficus elastica)
Yang terakhir adalah tanaman karet yang mana tanaman ini merupakan salah satu contoh tanaman yang mengandung senyawa terpenoid yaitu politerpenoid berupa karet alam. Tanaman ini memiliki akan menggugurkan daun sebagai respon tanaman terhadap kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan (kekurangan air atau kemarau). Tanaman karet juga memiliki sistem perakaran yang ekstensif/menyebar cukup luas sehingga tanaman karet dapat tumbuh pada kondisi lahan yang kurang menguntungkan. Tanaman ini karet adalah bahan utama pembuatan ban, beberapa alat-alat kesehatan, alat-alat yang memerlukan kelenturan dan tahan goncangan.

Itulah beberapa tanaman yang telah diketahui melalui tahap uji laboratrium yang didalamnya terkandung senyawa terpenoid dan memiliki khasiat bagi kesehatan makhluk hidup. Semoga dapat menambah pengetahuan Anda.
Permasalahan.

1. Kita mengetahui bahwasanya senyawa Terpenoid itu banyak terdapat dalam tumbuhan yang mana juga ada dalam tumbuhan pegagan. Apa saja yang merupakan senyawa Terpenoid yang terkandung di dalam tumbuhan tersebut dan seperti apa mekanisme kerja dalam pemanfaatannya?
2. Salvinorin A merupakan senyawa hasil ekstrak dari tumbuhan salvia divinorum yang melalui tahap uji laboratorium yang dapat dimanfaatkan dalam obat obatan, namun penggunaan nya harus sesuai dengan resep dokter karena jika tidak akan menimbulkan efek yang negatif. Coba jelaskan apa penyebab hal ini dapat terjadi.
3. Tunbuhan Salvia divinorum itu mengandung senyawa yang dapat memberikan manfaat sebagai obat-obatan dan juga dapat memberikan efek samping negatif, lalu bagaimana kah menurut anda tentang diperbolehkannya pemanfaatan tanaman ini sedangkan apabila salah pemafaatan dapat merugikan kesehatan manusia nya.



Komentar

  1. Saya Rd. Abdurrahman (A1C117015) akan menjawab no. 2 menurut saya penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter karena salvorin A adalah zat psikotropika aktif apabila digunakan sembarangan dapat seseorang mengalami halusinasi yang tak terkendali yang menyebabkan sesorang berprilaku tidak waras dimana salvinorin A akan melekat pada sel sel-sel syaraf pada otak sehingga menganggu sistem sadar otak

    BalasHapus
  2. Baiklah disini saya akan membantu menjawab permasalahan dari Agustri yaitu pada nomor 1
    Menurut pendapat saya senyawa terpenoid yang berada pada tumbuhan pegagan yaitu ada triterpenoid. Disini mekanisme dari tumbuhan pegagan ini adalah dengan cara membuatnya menjadi ramuan ataupun dalam bahan tunggal supaya bisa menyembuhkan suatu penyakit contohnya seperti radang, demam, asma dan masih banyak lagi yang lainnya.
    Semoga membantu
    Terima kasih

    BalasHapus
  3. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3. Menurut saya, setiap tanaman obat pasti akan mempunyai efek negatif ataupun dampaknya masing-masing. Hanya saja ada yang terlihat diluar dan ada yg tidak terlihat. Jadi, jika dalam pengonsumsiannya tidak melebihi batas ataupun tidak melebihi dosis yang di anjurkan, maka akan aman-aman saja bagi tubuh. Begitupun halnya pada tanaman salvia divinorum. Jika tidak dikonsumsi melebihi dosis, maka walaupun tanaman ini mempunyai efek negatifnya, sara rasa efek tersebut tidak akan timbul dalam dosis yang normal. (A1C117007)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL KIMIA ORGANIK I REAKSI ALKOHOL DAN FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI REAKSI ALKOHOL DAN FENOL Oleh AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 I.Judul                          : Reaksi - Reaksi Alkohol dan Fenol II.Hari, Tanggal           : Sabtu, 30 Maret 2019 III.Tujuan                     : Adapun tujuan dilakukannya praktikum yaitu : 1. Untuk memahami dan mengetahui perbedaan sifat-sifat antara alkohol dan fenol 2. Untuk memahami dan mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan untuk membedakan antara senyawa-senyawa alkoho...

KIMIA BAHAN ALAM PENYEDAP RASA

      KIMIA BAHAN ALAM UNTUK MAKANAN, MINUMAN DAN PENYEDAP RASA           Flavor adalah persepsi biologis, yaitu sensasi yang dihasilkan dari bahan yang ada  pada mulut. Flavor pada prinsipnya dapat diterima oleh reseptor aroma pada hidung dan reseptor rasa dalam mulut. Flavor seperti yang ada pada buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan hasil dari produk sekunder dari berbagai jenis jalur metabolism. Metabolit sekunder berasal dari metabolit primer seperti protein, karbohidrat dan lemak dan biasanya tidak langsung memberi citarasa. Contoh metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, phenol dan senyawa aromatik yang dapat disintesa dari metabolit asam amino primer yaitu  phenylalanine, tyrosine, dan tryptophan. Pada dasarnya flavor dapat dibedakan jadi tiga berdasarkan sumbernya yaitu alami, proses dan buatan. Yang alami contohnya senyawa terpene yang ada pada rempah-rempah. Pada proses fermentasi dihasilka...

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI-REAKSI ALDEHIDA DAN KETON Oleh AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 VIII .  Data Pengamatan 8.1 Uji Cermin Kaca, Tollens No Perlakuan Hasil 1 Tabung 1 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Benzaldehid Tidak bereaksi 2 Tabung 2 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Aseton Tidak bereaksi 3 Tabung 3 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Sikloheksanon Tidak bereaksi 4 Tabung 4 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Formalin Terbentuk cermin 5 Tabung 1 dipanaskan ± 5 menit Terbentuk cermin 6 Tabung 2 dipanaskan ± 10 menit Tidak bereaksi 7 Tabung 3 dipanaskan ± 10 menit Tidak bereaksi ...