KERAGAMAN DAN KEUNIKAN STRUKTUR TERPENOID
Oleh
AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
Suatu produk alami yang mana strukturnya dibagi dalam beberapa unit isoprene, merupakan definisi dari terpenoid, selain itu senyawa ini juga dikatakan isoprenoid dengan rumus molekul C5H8.
Yang mana melalui jalur asam mevalonat
unit isoprenoid ini disusun oleh asetat yang kemudian dihubungkan dengan rantai
karbon yang mengandung 2 buah ikatan tak jenuh.
Pada
saat terjadi penyusunan terpenoid, antara kepala dan ekor 2 unit isoprene
terkondensasi. Kemudian membentuk senyawa golongan monoterpenoid C10H16. Terdapat
beberapa senyawa yang termasuk dari terpenoid, yaitu komponen minyak atsiri
adalah monoterpena kemudian ada sesquiterepena yang mudah menguap (C10 dan
C15), pigmen karotenoid (C40) dan triterpenoid dan sterol (C30). Terepenoid
merupakan senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam satuan isoprene,
secara biosintesis diturunkan dari hidrokarbon c30 siklik yaitu skualena.
Senyawa ini berstruktur siklik yang yang nisbi rumit, kebanyakan berupa
alkohol, aldehid atau atom karboksilat. Yang mana berbentuk Kristal, dan sering
ditemukan bertitik leleh tinggi dan aktif optic yang umumnya sukar dicirikan
karena tidak memiliki kereaktifan.
Secara
umum terpenoid terdiri dari unsur-unsur C dan H dengan rumus molekul umum (C5H8)n
Nama
|
Rumus
|
Sumber
|
Monoterpen
|
C10H16
|
Minyak Atsiri
|
Sekuiterpen
|
C15H24
|
Minyak Atsiri
|
Diterpen
|
C20H32
|
Resin Pinus
|
Triterpen
|
C30H48
|
Saponin, Damar
|
Tetraterpen
|
C40H64
|
Pigmen, Karoten
|
Politerpen
|
(C5H8)n n 8
|
Karet Alam
|
1. Monoterpenoid
Monoterpenoid disusun oleh 2 unit isopern atau dengan
jumlah atom C 10, monoterpenoid memiliki bau yang spesifik. Struktur
monoterpenoid dapat berupa rantai terbuka atau siklik. Struktur monoterpenoid
memiliki beberapa manfaat, yaitu digunakan sebagai antiseptik, ekspektoran,
spasmolotik dan sedatif. Selain itu monoterpenoid juga sudah dimanfaatkan dalam
perdagangan yaitu diproduksi sebagai bahan pemberi aroma makanan dan parfum.
Senyawa
monoterpenoid merupaka senyawa yang memiliki kerangka karbon dengan berbagai
variasi, sehingga penetapan sturktur adalah hal yang sangat penting. Yang mana jenis kerangka karbon imi dapat
ditetapkan oleh reaksi dehidrogenasi menjadi senyawa aromatik. Selanjutnya
melalui penetapan gugus fungsi dari senyawa yang bersangkutan.
2. Seskuiterpenoid
Berebeda dengan senyawa monoterpenoid, senyawa
seskuiterpenoid ini dibangun atau disusun oleh 3 unit isoprene. Yaitu terdiri
dari kerangka unit asiklik atau bisiklik dan kerangka naphtalen. Bioaktifis
senyawa ini berada pada posisi cukup besar, diantaranya sebagai antifeedant,
horomone, antimikroba, antibiotic dan toksin sebagai regulator petumbuhan
tanaman dan pemanis.
3. Diterpenoid
Untuk senyawa ini disusun oleh 4 unit isoprene dan
merupakan senyawa yang memiliki 20 atom karbon. Bioaktifitas nya cukup luas
dibanding senyawa lain yaitu sebagai hormone pertumbuhan tanaman., podolakton
inhibitor pertumbuhan tanaman, antifeedant serangga, inhibitor tumor, senyawa
pemanis, anti karsinogenik dan abtifouling.
Triterpenoid
Triterpenoid
adalah senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam satuan isopren dan
secara biosintesis diturunkan dari hidrokarbon C30 asiklik yang disebut
skualen. Triterpenoid berupa senyawa tak berwarna, bernetuk kristal, biasanya
bertitik leleh tinggi. Senyawa triterpenoid dapat dikelompokan menjadi
triterpenoid trisiklik, tetrasiklik dan pentasiklik. Triterpenoid tetrasiklik
menarik perhatian karena berkaitan dengan biosintesa steroid, contohnya adalah
lanosterol.
Tetraterpenoid
Tetraterpenoid
merupakan kelompok terpenoid yang disusun oleh delapan unit isopren (C40).
Tetraterpenoid yang paling dikenal adalah karotenoid contohnya adalah
β-karoten. Karotenoid merupakan golongan figmen yang larut dalam lemak berwarna
kuning sampai merah, terdapat pada semua tumbuhan dan dalam berbagai jaringan.
Senyawa tetraterpenoid dapat berupa senyawa asiklik, monosiklik atau bisiklik
Contoh senyawa yang mengandung senyawa Terpenoid
Nama
|
Sumber
|
Contoh
Senyawa
|
Nama
Tumbuhan
|
Monoterpenoid
|
Minyak
Atsiri
|
Champor,
Sineol dan Thymol
|
Kamfer
(Cinnamomium Champhora), Kayu putih
(Melaleuca leucadendron) dan Thymus
(Thymus Vulgaris)
|
Sequiterpenoid
|
Minyak
Atsiri
|
Artemisinin.
Chamomil dan fervefew
|
Bunga
Artemisia (Artemisia annua), Bunga
Matricia (Matricia recutita), Daun
tanaman Feverfew (Tanacetum parthenium)
|
Diterpenoid
|
Resin
Pinus
|
Ginkgo
dan Taxol
|
Tanaman
Ginkgo (Glinkgo biloba) dan Tanaman
Taxus (Taxus brevifolia)
|
Permasalahan
1. Dapat diketahui bahwasannya titik didih dari senyawa diterpenoid itu adalah 140 derajat celsius sampai sekitar 180 derajat celsius. Titik didih ini termasuk ke dalam titik didih yang tinggi, tolong jelaskan apa yang menyebabkan senyawa ini memiliki titik didih tinggi?
2. Pada triterpernoid senyawa nya dijumpai dalam bentuk padatan kristal sedangkan pada diterpenoid dikatakan titik didih yang saya simpulkan itu ditemukan dalam bentuk cairan. Yang ingin saya tanyakan adaalah apakah benar bahwa bagian senyawa ini ditemukan dalam bentuk yang berbeda beda? Jika ia hal apa yang mengakibatkan itu terjadi?
3. Dikatakan bahwa senyawa terpenoid dapat larut dalam lemak, coba jelaskan apa yang mengakibatkan hal itu terjadi.









Saya Rd. Andurrahman (A1C117015) akan menjawab no. 3 menurut saya karena kebanyakan terpenoid terdapat dalam minyat atsiri dimana komponen komponen minyak atsiri tersusun atas monoterpen yang memiliki sifat dapat larut karena rantai monoterperpen dapat bereaksi dengam lemak baik alifatik maupun siklik sehingga terpenoid dapat larut dalam lemak
BalasHapusSaya mencoba menjawab permasalahan nomor 1, hal yang menyebabkan senyawa diterpenoid memiliki titik didih yang tinggi karena senyawa tersebut memiliki rantai yang paling panjang dengan rumus molekul, C20H32 dan memiliki Mr: 272.
BalasHapusno.2 iya kedua senyawa ditemukan dalam bentuk berbeda dimana kedua tersebut mempunyai titik didih yang berbeda. Alasan mengapa itu terjadi dapat kita lihat dari struktur molrkul yang menyusun senyawa tersebut dimana Triterpen memiliki rumus C30H48 sedangkan diterpen C20H32 dimana di rumus tersebut dapat kita lihat kerangka penyusun yang berbeda dapat membuat bentuk yang berbeda sehingga mempunyai struktur yang berbeda pula. triterpen lebih padat dibandingkan dengan diterpen.
BalasHapussemoga membantu