KIMIA BAHAN ALAM UNTUK MAKANAN, MINUMAN DAN
PENYEDAP RASA
Flavor adalah persepsi biologis,
yaitu sensasi yang dihasilkan dari bahan yang ada pada mulut. Flavor pada
prinsipnya dapat diterima oleh reseptor aroma pada hidung dan reseptor rasa
dalam mulut. Flavor seperti yang ada pada buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan
hasil dari produk sekunder dari berbagai jenis jalur metabolism. Metabolit
sekunder berasal dari metabolit primer seperti protein, karbohidrat dan lemak
dan biasanya tidak langsung memberi citarasa. Contoh metabolit sekunder yaitu
alkaloid, flavonoid, phenol dan senyawa aromatik yang dapat disintesa dari
metabolit asam amino primer yaitu phenylalanine, tyrosine, dan
tryptophan. Pada dasarnya flavor dapat dibedakan jadi tiga berdasarkan
sumbernya yaitu alami, proses dan buatan. Yang alami contohnya senyawa terpene
yang ada pada rempah-rempah. Pada proses fermentasi dihasilkan flavor,
sedangkan buatan contohnya seperti monosodium glutamate (MSG) Pada umumnya
senyawa yang alami aman dikonsumsi oleh manusia. Namun ketersediaannya
terbatas, sehingga para ilmuwan berinisiatif membuat senyawa flavor tersebut.
Klasifikasi dan karakteristik
kimiawi senyawa flavor :
1.
Senyawa
flavor volatile
Dalam sebuah makanan / bahan
terdapat senyawa kimia yang berperan memberikan aroma, dan senyawa tersebut dapat
mengandung gugus fungsional lebih dari satu. Berikut karakteristik yang
diberikan oleh gugus fungsi tersebut:
Aldehid
Aldehid berpengaruh kuat terhadap timbulnya flavor dalam
berbagai makanan. Aldehid alifatik tidak jenuh akan memberi aroma yang lebih
kuat dibanding analognya yang jenuh. Misalnya pada melon hanya sebanyak
0,9 ppb, z-non-6-enal memberi aroma musk yang menjadi ciri khas melon tersebut.
Alkohol
Aroma
yang dihasilkan oleh alkohol lebih tinggi dibanding aldehid, sehingga
mengurangi keberadaan senyawa beraroma lainnya. Misalnya pada penyimpanan buah
yang diawetkan dalam waktu lama, kandungan karbonil (aldehid dan keton) akan
berkurang seiring dengan terbentuknya alkohol sehingga berdampak pada
menurunnya nilai flavor. c)
Keton
Senyawa
keton berperan memberi rasa pada produk susu,misalnya rasa logam pada butter yang
teroksidasi yaitu senyawa okt-1-en-3-on.
Ester
Ester
biasanya berperan pada flavor buah-buahan.
Asam
Selain
memberi rasa asam pada mulut, asam volatile dapat berpengaruh terhadap aroma.
Asam butirat dan asam kaproat berhubungan dengan ambang batas konsentrasi
tertentu untuk menghasilkan flavor butter yang diinginkan. Asam lemak cabang
alkil adalah komponen yang kuat dalam flavor. Aroma yang tidak diinginkan pada
daging kambing merupakan hasil dari rantai
bercabang dan asam lemak tidak jenuh yang mempunyai 8-10 atom karbon.
Furan
Furan
terdapat pada senyawa volatile yang ada pada semua makanan yang dipanaskan, furan
yang teroksigenasi biasanya terbentuk dari karbohidrat pada reaksi maillard.
Furfural dan furanon memberi rasa caramel, manis, dan karakteristik buahan pada
makanan. Contohnya 5 methylfurfural yang memberi rasa meaty, rasa terbakar dan
caramel. Contoh lainnya furan-2-ylmethanethiol yang berperan utama pada roasted
coffeeatau kopi yang disangrai, dibawah ini struktur dari
furan-2-ylmethanethiol.
Terpenoid
Terpenoid adalah substansi yang
diturunkan dari alam yaitu dari metabolic intermedieate, asam mevalonat dimana
membentuk struktur basa, yaitu unit isoprene. Hemi-,mono-,sesqui-, dan
di-terpenoid memiliki satu hingga empat unit isoprene, namun pada umumnya
monoterpenoid lah yang memberi dampak pada flavor herba, rempah-rempah dan
buah-buahan citrus. Senyawa terpene (hidrokarbon) ditemukan pada minyak
esensial di kebanyakan tumbuhan, namun sedikit flavor pada senyawa itu sendiri.
Senyawa
flavor non volatile
Senyawa volatile hanya sedikit
yang dapat dirasakan dengan reseptor lidah, kebanyakan komponen yang non
volatile lah yang memberi respon pada reseptor di lidah dimana komponen
tersebut secara fisik dibawa oleh air liur atau makanan menuju reseptor. Senyawa
non volatile ini sendiri merupakan senyawa yang tidak memiliki aroma, namun senyawa
tersebut dapat dipecah untuk melepaskan senyawa yang volatile, misalnya terpene
glycoside dihidrolisis atau pembentukan enzimatis senyawa glukosinolat.
Asam amino dan peptid
2.
Asam amino memberi flavor yang
berbeda-beda tergantung dari rantai sampingnya. Alanine dan prolin memberi rasa
manis namun sedikit pahit. Pada produk susu, rasa pahit disebabkan karena
adanya degradasi protein susu. Asam amino glutamate merupakan salah satu yang
paling banyak dijumpai, Secara alami terdapat pada keju, susu, jamur, daging,
ikan dan berbagai sayuran.
Asam glutamat termasuk asam
amino yang bermuatan (polar) bersama-sama dengan asam aspartat. Ini terlihat
dari titik isoelektriknya yang rendah, yang menandakan ia sangat mudah
menangkap elektron (bersifat asam menurut Lewis.
Flavonoid dan alkaloid
Kebanyakan senyawa flavonoid dan alkaloid adalah
pahit dan atau astringent. Keduanya mengandung cincin heterosiklik dengan
oksigen menjadi heteroatom pada flavonoid dan basa nitogen menjadi heteroatom
pada alkaloid. Contoh alkaloid adalah nikotin pada tembakau, kafein pada kopi
dan the yang memberi rasa pahit. Contoh flavonoid yaitu katekin
(flavan-3-ol) yang menonjol pada teh yang memberi rasa segar dan juga
pahit teh, dibawah ini adalah struktur dari katekin.
Gula
Pada tumbuhan hijau, karbohidrat
utama mengalami translokasi dari satu bagian ke bagian lainnya adalah
sukrosa yang merupakan disakarida. Pada pematangan buah, sukrosa dengan cepat
dikonversi oleh enzim invertase menjadi glukosa dan fruktosa.
Garam
Garam
adalah senyawa ionik yang terdisosiasi dalam air menjadi kation dan anion.
Kation berperan pada rasa asin, dengan natrium akan memiliki ambang terendah
flavor. Garam dapur (NaCl) terasa lebih asin dibanding garam natrium lainnya,
karena anionnya juga berperan memberi efek asam pada indera. KCl
terkadang digunakan sebagai salt replacer pada makanan rendah natrium
namun garam Kalium terasa lebih pahit seiring dengan rasa asinnya.
Asam organik
Asam sitrat memberi rasa yang asam seperti rasa
jeruk dan lemon. Asam sitrat beserta asam malat akan memberi rasa asam yang
segar pada apel dan tomat. Contoh asam organic lainnya yaitu asam laktat pada
produk susu seperti yoghurt.
Phenol
Phenol misalnya pada rasa pedas
yang ada pada family vanillyamides yang dikenal sebagai capsaincinoids. Dimana
terdapat fenol, ikatan amida dan asam lemak rantai panjang yang berbeda-beda
jumlah atom c nya. Adanya ketiga hal inilah yang membuat respon panas/
pedas yang dapat diterima. Terdapat dua famili dari fenol, yaitu gingerol
dan shogaol yang bertangggungjawab pada ketajaman rasa pada jahe. Pada
jahe segar, yang menonjol adalah gingerol, namun pada produk komersial
seperti oleoresin jahe, shogaol yang lebih menonjol. Shogaol dan zingerone terbentuk
selama proses dan penyimpanan, atau oleh distilasi.
Isothiocyanat
Senyawa ini memberi rasa yang
tajam. Molekul yang lebih kecil bersifat volatile dan menghasilkan respon
trigeminal pada hidung,dimana Isothiocyanat non volatile terbesar menghasilkan
sensasi pada mulut.
1. Permasalahan
:
1. Terdapat
suatu senyawa pada ketumbar sehingga menyebabkan ia memiliki aroma harum dan
berkhasiat untuk penyedap rasa pada makanan. Senyawa ini adalah linalool yang
merupakan senyawa yang mendominasi di dalam ketumbar. Bagaimana peran senyawa
ini terhadap khasiat lain pada ketumbar, apakah keberadaannya mempengaruhi atau
memiliki peran terhadap manfaat ketumbar sebagai faktor mengurangi resiko
kanker?
2. Kulit
kayu manis mengandung senyawa minyak atsiri seperti kamfer, safrol, eugenol,
sinamaldehid yang dapat memberi aroma harum. Sehingga tidak jarang makanan dan
minuman yang ditambahkan dengan kayu manis memiliki rasa sedap. Menurut anda
adakah pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap sifat kimia dan aktivitas
mikroba pada makanan seperti misalnya nugget ayam?
3. Pada
dasarnya Monosodium glutamat (MSG) ini sebenarnya tidak memiliki rasa namun
apabila ditambahkan ke dalam makanan maka akan menjadikan makanan lebih sedap
dan gurih. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?




3. Msg mengandung senyawa asam glutamat dan monosodium glutamat, yang dapat memberikan rasa sedap pada makananan dan membuat efek ketagihan.
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan nomor 2. Makin tinggikonsentrasi suatu zat antimikroba akan semakin cepat sel mikroorganisme terbunuh
BalasHapusatau terhambat pertumbuhannya. Sifat dari
kayu manis yang higroskopis dan membentuk gel ketika dipanaskan dengan air mampu menyelubungi garam dan senyawa aktif dari kayu manis sehingga mempengaruhi penghambatan pertumbuhan bakteri.
Halllo agustri
BalasHapusSaya Akan mencoba menjawab permasalahan yang nomor 1. Menurut Saya peran senyawa ini mempengaruhi manfaat dari ketumbar sebagai anti kanker. Karena karena senyawa ini dapat mencegah senyawa yang bersifat karsinogenik yaitu seperti Amina heterosiklik.
Semoga membantu 🙏