Langsung ke konten utama
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
PEMURNIAN ZAT PADAT


Oleh
AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035
DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
VIII. Data Pengamatan
Rekristalisasi
NO.
PERLAKUAN
HASIL
1.
2 sudip asam benzoat + 1 sudip norit + 1 sudip glukosa lalu dilarutkan dalam air panas.
Larutannya larut tetapi masih ada asam benzoat yang belum larut, dan larutan berwarna hitam.
2.
Dilakukan pemanasan
Larutan yang belum larut menjadi larut semua.
3.
Disaring larutan dengan corong buchner yang telah di alasi kertas saring dan disiram dengan air panas yang endapan tertinggal.
Warna larutan yang hitam menjadi jernih saat di saring dan endapan tertinggal di kertas saring.
4.
Dijenuhkan dengan didinginkan dalam air es.
Timbul kristal putih seperti jarum.
5.
Disaring larutan yang sudah dijenuhkan, lalu dikeringkan
Kristal putih tertinggal dikertas saring
6.
Uji titik lelehnya
Mulai meleleh pada suhu 117 °c  dan tepat semuanya meleleh pada suhu 120 °c

Sublimasi
NO.
PERLAKUAN
HASIL
1.
Cawan penguap yang telah diisi 1 gram naftalen dan 1 gram pengotor. Dipanaskan ±4 menit.
Terdapat kristal yang menepel di dinding corong  dan di bawah kapas serta di kertas saring.
2.
Diuji titik lelehnya.
Pada suhu 78 °c  kristal mulai meleleh dan pada suhu 80°c  kristal tepat semuanya meleleh.


IX. Pembahasan
            Pada percobaan kali ini kami melakukan percobaan tentang pemurnian zat padat. Yang mana tujuan dilakukannya percobaan ini ialah untuk mengetahui cara melakukan kristalisasi dengan baik, kemudian memilih pelarut yang sesuai untuk rekristalisasi, kemudian menjernihkan dan menghilangkan warna larutan dan memisahkan dan memurnikan campuran dengan rekristalisasi. Pertama kami melakukan percobaan rekristalisasi.
9.1 Rekristalisasi
            Pada percobaan kali ini kami melakukan proses rekeistalisasi. Bahan yang kami gunakan disini ialah asam benzoat sekitar dua sudip. Dan menggunakan zat pengotor dengan menggunakan perbandingan yaitu gula dan nurit. Setelah zat dipanaskan terdapat gelembung dan terjadi penguapan. Penguapan diperlukan agar terjadi Kristal. Tujuan dilakukan nya proses rekristalisasi ini ialah untuk menentukan titik leleh pada kemurnian campuran zat. Pada percobaan ini dilakukan penyaringan dua kali. Tujuan dilakukan penyaringan sebanyak dua kali ialah untuk mendapatkan kemurnian zat yang lebih akurat. Agar titik leleh yang diperoleh sesuai dengan literature yang ada. Pada penyaringan pertama hasil yang diperoleh yaitu filtrate masih ada yang tercampur dengan zat yang disaring. Sehingga selanjutnya kami melakukan penyaringan yang kedua kali. Maka hasil yang kami peroleh  campuran zat sudah murni. Kemudian langkah selanjutnya kami menjenuhkan zat tersebut untuk memperoleh Kristal. Setelah beberapa menit dijenuhkan dengan aires. Kami memperoleh Kristal-kristal tajam. Selanjutnya Kristal dikeringkan dan diambil beberapa dimasukkan ke dalam pipa kapiler untuk diuji titik lelehnya. Selanjutnya hasil yang kami peroleh itu adalah pada suhu 1170C Kristal mulai meleleh dan pada suhu 1200C Kristal sudah meleleh seluruhnya.
9.2 Sublimasi
            Selanjutnya kami melakukan percobaan sublimasi. Yang mana metode ini dilakukan menggunakan bahan yaitu naftalen dengan mencampurkan nya menggunakan zat pengotor. Proses ini dilakukan dengam cara pemanasan, karena pada saat pemanasan akan terjadi proses menyublim. Yang mana uap dari hasil pemanasan zat yang terkontaminasi zat pengotor akan berubah menjadi Kristal. Selanjutnya pada saat pemanasan terbentuk lah Kristal tajam yang melekat pada dindin corong dan pada kertas saring. Pemanasan dilakukan sekitar lebih kurang 4 menit. Lalu Kristal yang kami peroleh kami ambil dan kemudian diuji kemurniannya dengan penentuan titik leleh nya. Pada saat penentuan titik leleh secara manual yaitu menggunakan thermometer. Pada suhu 780C kistal mulai meleleh, kemudian Kristal meleleh seluruhnya pada suhu 800C. Sedangkan penentuan titik leleh menggunakan MPA memiliki hasil yang tidak berbeda jauh. Pada suhu 790C Kristal mulai meleleh dan pada suhu 80,30C Kristal meleleh seluruhnya.  


X. Pertanyaan Pasca Praktikum
1.      Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, apa tujuan dari penyaringan sebanyak 2 kali pada proses rekristalisasi?
2.      Berdasarkan percobaan yang dilakukan, bagaimana proses penjenuhan zat yang terdapat di dalam tabung reaksi?
3.      Mengapa penentuan titik leleh menggunakan MPA lebih diutamakan?

XI. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Kristalisasi dilakukan dengan mencampurkan sampel dengan air panas terlebih dahulu agar sampel larut sempurna, kemudian pada proses pendinginan sampel kembali berubah menjadi kristal karena menjadi jenuh.
2. Dalam pemurnian sampel dengan cara kristalisasi haruslah memilih pelarut yang sesuai dengan sampel yang akan dimurnikan. Harus diperhatikan apakah pelarut dapat melarutkan sampel atau tidak. Karena proses kristalisasi dapat terjadi setelah sampel melarut terlebih dahulu.
3. Menjernihkan dan menghilangkan warna pada sampel yang diuji dapat digunakan karbon aktif untuk ditambahkan ke dalam sampel tersebut.
4. Memurnikan sampel dengan proses rekristalisasi dilakukan berdasarkan prinsip perbedaan daya larut antara zat yang dilarutkan dengan pengotornya dalam suatu pelarut tertentu.

XII. Daftar Pustaka

Arsyad, 2015, Kristalisasi Pelarut Suhu Rendah Pembuatan Konsentrasi Vitamin E dan Destilasi 
          Asam Lemak Minyak Sawit, Jurnal Teknologi Pertanian, Vol 5.

Septyopratomo, 2015, Kimia Universitas Jilid II, Jakarta : Erlangga.

Syamsurizal, 2019, Pemurnian Zat Padat Organik

         http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/, diakses pada 7 
         Maret 2019.

Tim Kimia Organik I, 2016, Penuntun Praktikum Kimia Organik I, Jambi : Universitas Jambi.


Triastuti, 2015, Pemurnian Garam Dapur Melalui Metode Rekristalisasi dengan Bahan Pengikat 

         Pengotor Na
2C2O4-NaHCO3 dan Na2C2O4- Na2CO3, Jurnal Sains dan Teknologi, Vol 8, No 01.

LAMPIRAN
Description: C:\Users\ozoNe-com\Documents\KIMIA ORGANIK\praktikum 3\lampiran 3\WhatsApp Image 2019-03-22 at 14.28.59(1).jpeg   Kristal asam benzoat hasil penyaringan

    Description: C:\Users\ozoNe-com\Documents\KIMIA ORGANIK\praktikum 3\lampiran 3\WhatsApp Image 2019-03-22 at 14.29.00(1).jpeg kotoran dari penyaringan asam benzoat yang tercemar

                                 
   
Description: C:\Users\ozoNe-com\Documents\KIMIA ORGANIK\praktikum 3\lampiran 3\WhatsApp Image 2019-03-22 at 14.29.02.jpeg       
 Kristal naftalen hasil sublimasi  
  Description: C:\Users\ozoNe-com\Documents\KIMIA ORGANIK\praktikum 3\lampiran 3\WhatsApp Image 2019-03-22 at 11.53.15.jpeg
penyaringan asam benzoat unutk memisahkan pengotornya

                               
Description: C:\Users\ozoNe-com\Documents\KIMIA ORGANIK\praktikum 3\lampiran 3\WhatsApp Image 2019-03-22 at 13.53.13.jpeg    
 kristal yang menepel pada corong kaca
Hasil sublimasi naftalen yang tercemar

Komentar

  1. Saya Agnes Monika Situmorang (A1C117059), akan menjawab pertanyaan nomor 1. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, penyaringan dilakukan 2 kali agar memperoleh campuran zat yang dengan kemurnian yg akurat. Sehingga diperoleh jg titik leleh yg akurat

    BalasHapus
  2. Saya Seprida Anjelina (A1C117051) ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 2. Proses penjenuhan dilakukan dengan cara mendinginkan zat hasil penyaringan di dalam gelas kimia besar berisi air es

    BalasHapus
  3. Saya Ratna Kartika Sari dengan nim 011 akan mencoba menjawab pertanyaan no 3. Karena penentuan menggunakan MPA mendapatkan hasil titik leleh yang lebih akurat seperti di literatur dibandingkan penentuan titik leleh secara manual menggunakan termometer

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL KIMIA ORGANIK I REAKSI ALKOHOL DAN FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI REAKSI ALKOHOL DAN FENOL Oleh AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 I.Judul                          : Reaksi - Reaksi Alkohol dan Fenol II.Hari, Tanggal           : Sabtu, 30 Maret 2019 III.Tujuan                     : Adapun tujuan dilakukannya praktikum yaitu : 1. Untuk memahami dan mengetahui perbedaan sifat-sifat antara alkohol dan fenol 2. Untuk memahami dan mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan untuk membedakan antara senyawa-senyawa alkoho...

KIMIA BAHAN ALAM PENYEDAP RASA

      KIMIA BAHAN ALAM UNTUK MAKANAN, MINUMAN DAN PENYEDAP RASA           Flavor adalah persepsi biologis, yaitu sensasi yang dihasilkan dari bahan yang ada  pada mulut. Flavor pada prinsipnya dapat diterima oleh reseptor aroma pada hidung dan reseptor rasa dalam mulut. Flavor seperti yang ada pada buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan hasil dari produk sekunder dari berbagai jenis jalur metabolism. Metabolit sekunder berasal dari metabolit primer seperti protein, karbohidrat dan lemak dan biasanya tidak langsung memberi citarasa. Contoh metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, phenol dan senyawa aromatik yang dapat disintesa dari metabolit asam amino primer yaitu  phenylalanine, tyrosine, dan tryptophan. Pada dasarnya flavor dapat dibedakan jadi tiga berdasarkan sumbernya yaitu alami, proses dan buatan. Yang alami contohnya senyawa terpene yang ada pada rempah-rempah. Pada proses fermentasi dihasilka...

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI-REAKSI ALDEHIDA DAN KETON Oleh AGUSTRI MANDA SARI : A1C117035 DOSEN PENGAMPU Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 VIII .  Data Pengamatan 8.1 Uji Cermin Kaca, Tollens No Perlakuan Hasil 1 Tabung 1 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Benzaldehid Tidak bereaksi 2 Tabung 2 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Aseton Tidak bereaksi 3 Tabung 3 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Sikloheksanon Tidak bereaksi 4 Tabung 4 berisi 1ml Tollens + 2 tetes Formalin Terbentuk cermin 5 Tabung 1 dipanaskan ± 5 menit Terbentuk cermin 6 Tabung 2 dipanaskan ± 10 menit Tidak bereaksi 7 Tabung 3 dipanaskan ± 10 menit Tidak bereaksi ...